Friday, November 17, 2017

Isi Khutbah

Para ilmuan sosial menamakan kondisi 'perang' berita dan informasi saat ini dengan sebutan Era Post Truth Society. Pada khutbah ini, kita awali dengan firman Allah Swt. QS.2:12, yang berbunyi
أَلاَ إِنَّهُم هُمُ الْمُفِسِدُونَ وَلَـكِن لاَّ يَشْعُرُونَ
Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (QS. 2:12)

Thursday, April 13, 2017


Isi Khutbah
Kemuliaan Rajab; Momentum Menanam Kebaikan. Islam datang tidak untuk seluruhnya menolak tradisi masyarakat setempat sebelumnya. Dalam hal ini masyarakat Arab Jahiliyah. Ada beberapa tradisi pada masa Jahiliyah yang terus langgeng menjadi syariat Islam sampai kini. Contohnya adalah ritual dalam ibadah haji seperti sai dan thawaf, sudah ada sejak zaman Jahiliyah. Ada beberapa lagi dalam ranah hukum Islam yang merupakan hasil dari adopsi tradisi hukum masyarakat Jahiliyah, seperti diyah, qosamah, qirad, memasang qiswah ka’bah dan lain sebagainya. Dan demikianlah Islam yang ajarannya sebagai pedoman universal melampaui batas-batas segala bangsa dan budaya. Kehadirannya bukan sebagai penghapus, tapi sebagai penyempurna ajaran-ajaran sebelumnya yang baik. Dan kehadiran Sang Nabinya sebagai penyempurna perilaku dan budi pekerti.

Friday, February 17, 2017

Isi Khutbah
Tentram dalam keragaman. Takdir  hidup manusia adalah dalam keragaman; Beragam suku,bangsa, budaya, bahasa, ras atau agama. Bahkan yang satu suku, satu bangsa, satu agamapun masih beragam pandangan, pikiran dan pilihan politiknya. Keragaman latar belakang dan pandangan atau pemikiran manusia ini sudah merupakan kehendak Allah Swt. FirmanNya dalam Q.S. Al-Maidah ayat 48
وَلَوْ شَآءَ اللهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَآءَاتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu. Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allahlah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukannya semua kepadamu apa yang kamu perselisihkan itu.

Monday, January 16, 2017

Isi Khutbah. Internet dan kebohongan. Masih terkiang kegaduhan yang menimpa bangsa ini diakhir 2016 lalu bahkan mungkin sampai hari ini, di awal 2017 dan entah sampai kapan. Kegaduhan yang bercampur baur nuansanya antara politik dan agama. Satu kasus terkait hukum telah menguras banyak energi  dan waktu saat itu hingga kini. Dugaan penodaan agama oleh salah seorang Gubernur petahana jelang pilkada di Indonesia. Pro kontra pendapat dan pandangan sejatinya sesuatu yang harusnya dimaklumi. Dalam alam demokrasi, negara menjamin kebebasan berekspresi dalam wadah-wadah diskusi mengemukakan argumentasi. Namun yang lebih mewarnai masyarakat kita saat ini adalah aroma permusuhan dan rasa benci. Caci maki dan provokasi menjadi konsumsi kita sehari-hari. Dan yang amat memperihatinkan dan yang menjadi biang masalah adalah berita-berita hoax, fitnah dan kebohongan menyeruak muncul tak terkendali dan celakanya mentah-mentah kita percayai, malah kita dijadikan afirmasi terhadap pendapat dan pandangan yang kita yakini bahkan tak segan digunakan sebagai amunisi.
  • RSS
  • Delicious
  • ini apa
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube