Tuesday, September 4, 2012


Isi Khutbah
Konon malaikat Jibril as. datang kepada Nabi Adam as. menyampaikan bahwa dia diperintahkan Tuhan agar Adam as. memilih salah satu dari tiga pilihan yang disodorkan; otoritas akal, agama dan  rasa malu. Maka Adam as. memilih akal. Jibril as. pun menyatakan kepada rasa malu dan agama agar kembali. Tetapi keduanya berkata: “Kami diperintahkan Allah untuk selalu bersama akal, dimanapun dia berada, karena itu kami tidak akan pergi”.

Syukur

Posted by KHUTBAH | 5:22 PM Categories: , , , ,

 Isi Khutbah
Puji Syukur kepada Allah atas segala rahmat dan karuniaNya, segala puji bagi Allah yang telah memperkenankan kita hadir dalam majelis yang mulia ini. Segala puji bagi Allah yang senantiasa memelihara waktu lapang kita sebelum datang waktu sempit kita, Yang memelihara kondisi sehat kita sebelum datang  sakit kita, Yang memelihara masa muda kita sebelum datang masa tua kita, Yang memelihara saat kita kaya sebelum kemiskinan menghampiri hidup kita dan Yang memelihara panjang umur kita sebelum ajal menjemput kita. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi pilihan, semoga senantiasa selaras tujuan dan cara kita mengabdi kepada Tuhan.

Berhala-Berhala Abad Modern

Posted by KHUTBAH | 5:17 PM Categories: , , ,

Isi Khutbah
Yang menjadi misi kerasulan Muhammad Saw. bukan hanya kerisauannya terhadap ratusan berhala yang tergantung memenuhi pada dinding-dinding ka’bah, akan tetapi telah terjadinya perubahan gaya hidup yang mencolok masyarakat Mekkah pada saat itu. Kemakmuran yang mereka capai dengan menjadikan Mekkah sebagai pusat perdagangan yang ramai selama tahun-tahun terakhir abad ke-6 telah menjadikan mereka kehilangan orientasi dan makna hidup sejati; semangat komunal (kesukuan) dan egalitarianism (persamaaan) yang selama itu menjadi kultur mereka, berganti menjadi pola-pola hidup yang individualistis dan kecenderungan system ekonomi yang kapitalis, mereka lebih mementingkan kepentingan sendiri di atas kepentingan sukunya, menumpuk harta pribadi, tidak peduli lagi dengan nasib kaum yang miskin dan lemah.

Thursday, March 15, 2012


Saat ini kita kembali berada pada napak tilas yang sangat mengesankan, mengenang dan menghayati kisah perjalanan seorang nabiullah Ibrahim as beserta keluarganya yang sarat dengan nilai-nilai filosofi  kehidupan. Dari kisah pencarian Ibrahim akan keeasaan  Allah-sebuah otoritas tunggal yang tidak ada satupun dapat mempersekutukanNya dalam bentuk rupa, hasrat dan kehendak-sampai pada momen pengorbanan yang sangat dramatis. Perjuangan dan pengorbanan ibrahim sepanjang yang kita kenang menunjukan kapasitasnya sebagai orang yang mempunyai integritas ketauhidan yang amat tinggi. Oleh karena itulah boleh jadi ia dikenal dengan sebutan bapak tauhid se dunia. Ketika perintah Allah datang kepadanya, tanpa ragu, tanpa mempertimbangkan akal dan moralnya, ia laksanakan dengan penuh ketaatan dan kepatuhan. Demikianlah Allah berbicara tentang ketaatan Ibrahim dalam Al-Qur’an :
إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang umat yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Rabb), (QS. 16:120)

Tuesday, November 22, 2011

Keajaiban Amalan Fardhu dan Sunnah

Posted by KHUTBAH | 11:29 PM Categories: , , ,

Isi Khutbah

عن أبي هريرة ر ضي الله عنه, قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم:
اِنّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ اَذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ , وَمَا تَقَرَّبَ اِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ اِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضَتْ عَلَيْهِ. وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ اِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ, فَاِذَا أَحْبَبْتُهُ, كُنْتُ سَمْعَهُ الّذِي يَسْمَعُ بِهِ, وَبَصَرَهُ الّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ, وَيَدهُ الّتِي يُبْطِشُ بِهَا, وَرِجْلُهُ الّتِي يَمْشِي بِهَا, وَاِنْ سَأَلَنِيْ لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِيْ لَأُعِيْذَنَّهُ. وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِيْ عَنْ نَفْسِ عَبْدِيْ الْمُؤْمِنِ, يَكْرَهُ الْمَوْتَ, وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ. رواه البخاري  
Dari Abu Hurairoh r.a. Rasulullah saw. bersabda :
“Sesungguhnya Allah yang Maha Mulia lagi Maha Agung berfirman : “Barang siapa yang memusuhi waliKu (orang yang dekat kepadaKu), maka sesunguhnya Aku telah nyatakan perang baginya.
Tidaklah seorang hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu, lebih aku senangi dari pada melaksanakan apa yang Aku fardhukan atasnya. Dan tidak pula hambaKu senantiasa mendekatakan diri dengan amalan-amalan sunah, sehingga Aku mencintainya. Dan bila Aku mencintainya, menjadilah Aku telinganya yang ia gunakan untuk mendengar, matanya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang dengannya ia menghajar, dan kakinya yang dengannya ia berjalan. Apabila ia bermohon kepadaKu, maka pasti Aku kabulkan permohonannya, apabila ia meminta perlindunganKu, maka pasti ia Aku lindungi. Tidak pernah Aku mundur maju menyangkut sesuatu yang Aku kerjakan sebagaimana mundur majuKu terhadap jiwa hambaKu yan mu’min. Dia tidak senang mati, padahal Aku tidak senag menyakiti hatinya.” (HR. Bukhori)

Sya'ban Menyongsong Ramadhan

Posted by KHUTBAH | 11:23 PM Categories: , ,

Isi Khutbah
Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat ilahi rabi atas segala yang kita rasakan dan miliki saat ini, saat ini adalah bulan Ramadhan 1433 H. Sejatinya kita memang senantiasa dalam penghayatan rasa sukur yang dalam di setiap tarikan nafas dan lintasan perasaan dan pikiran kita. karena apabila kita merasakan kesulitan pada hari ini, maka banyak diantara manusia yang hidupnya lebih sulit dari kita saat ini dengan berbagai persoalan yang membelit dan melilitnya. Apabila saat ini kita dalam kondisi miskin, maka teramat banyak orang selain kita yang jauh lebih mengenaskan hidupnya. Apabila saat ini kita dapat menghirup udara bebas dan hadir di masjid ini dengan rasa aman dan nyaman, maka banyak diantara manusia yang sedang terpenjara batin bahkan raganya. Apabila saat ini kita masih bisa duduk, tegak berdiri dan berjalan, maka teramat banyak kita saksikan saudara-saudara kita yang terbaring lemah karena penyakit yang sama sekali tidak ia inginkan kedatangannya.  
Shalawat dan salam tak lupa kita haturkan kepada junjungan-teladan kita Rasulullah Saw, yang semestinya pada bulan ini kita lebih mengintensifkan kesadaran kita untuk berkhidmat dan memupuk kecintaan kepada beliau karena  bulan ini, Sya’ban adalah bulan Rasulullah sebagaimana dalam sabdanya. “bulan ini adalah bulan ku”.

Spirit Al-Qur’an

Posted by KHUTBAH | 11:21 PM Categories: , ,


Isi Khutbah
Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).
  • RSS
  • Delicious
  • ini apa
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube