Isi Khutbah Mengenang Habibie. Saat
ini bangsa Indonesia sedang berkabung, duka mendalam karena baru saja
kehilangan seorang tokoh besar bangsa, Bapak Prof. BJ Habibie yang karya dan
kontribusinya terhadap bangsa Indonesia amatlah besar dan nyata; baik ia sebagai
tokoh politik, pemimpin Negara, terlebih adalah ia sebagai bapak tekhnologi
yang telah melambungkan harkat martabat masyarakat Indonesia di mata dunia
dengan membawa capaian tertinggi kemajuan tekhnologi anak bangsa terutama
dibidang tekhnologi dirgantara, membuat pesawat terbang.
Showing posts with label khutbah Jum'at. Show all posts
Showing posts with label khutbah Jum'at. Show all posts
Thursday, January 23, 2020
Mengenang Habibie
Posted by KHUTBAH | 1:30 PM Categories: crack progresion theori, habibie, khutbah, khutbah Jum'at, Mr crack, prof.Bj.HabibieThursday, January 16, 2020
Samudra Keagungan Maulid Nabi Muhammad SAW
Posted by KHUTBAH | 3:27 PM Categories: Ad-Diba'i, khutbah, khutbah Jum'at, maulid Nabi SAW, Muhammad SAW, samudra, Sayyed Husein Nasr, Waraqoh
Isi Khutbah Samudra Keagungan Maulid Nabi SAW. Menggigil
tubuh Waraqah, bergetar-serak suaranya ketika baru saja Khadijah, sepupunya
menceritakan apa yang baru saja dialami suaminya, Muhammad di Gua Hira. Lelaki
tua renta yang saat itu berusia 90 tahun adalah satu dari sebagian kecil yang
masih memegang teguh ajaran agama Ibrahim yang hanif. Dia adalah seorang
Kristen yang telah lama menyelami kitab-kitab suci terdahulu, injil maupun
taurat dan meyakini akan datangnya seorang Mesiah, Nabi yang dijanjikan
sebagaimana diwartakan dalam kitab-kitab suci tersebut. Dan apa yang baru saja
diceritakan Khadijah kepadanya menjadi konfirmasi terhadap keyakinan dan
harapan yang selama puluhan tahun ia nantikan.
Dalam
salah satu perjumpaannya dengan Muhammad di salah satu sudut Ka’bah, Waraqah
dengan penuh emosional; penuh kerinduan dan keharuan, membisikan kepada
Muhammad: ”Qudus-Qudus, demi Tuhan yang menguasai jiwaku, yang
mendatangimu adalah Namus terbesar yang dulu pernah mendatangi Musa”.
“Muhammad, engkau adalah Nabi bagi kaummu, yakinkanlah dirimu”. Engkau akan
didustakan orang dan akan diperlakukan buruk, mereka akan mengusirmu bahkan
berperang melawanmu”.”Seandainya aku masih hidup pada saat itu, Allah tahu,
pasti akan membela kebenaran agama-Nya”. Waraqah kemudian memeluk Muhammad
dengan erat dan mencium ubun-ubunnya dengan penuh ketakziman yang tiada
banding. Sebuah adegan kebahagiaan dan kaharuan yang tak terperi bagi seorang
Waraqah setelah sekian tahun bergelut dengan keyakinan bagai mitos dan dongeng
akan datangnya seorang juru selamat yang dijanjikan. Saat ini, bagai mendekap
surga, seorang yang dijanjikan itu berada erat dalam pelukannya.
Jamaah
sholat Jum’at yang berbahagia
Itulah
sekelumit kisah yang merupakan awal dari perjuangan dakwah seorang Rasul
teragung, nabi pilihan akhir zaman, seorang Nabi yang dijanjikan yang
kelahirannya sudah diramalkan dalam kitab-kitab kuno oleh semua agama di dunia.
Dan
Muhammad, begitu menampakan wajahnya di bumi, serta merta mengundang
keajaiban-keajaiban alam. Seketika cahaya terang menyelimuti kota Mekkah malam
itu seakan mengisyaratkan telah munculnya purnama kehidupan untuk semesta alam,
Istana Persia yang menjadi simbol kekuatan adidaya saat itu nyaris runtuh. Api
abadi yang menjadi sembahan orang-orang majusi yang tak pernah mati, malam itu
seketika padam. Seluruh pendeta di setiap pelosok pada malam itu membuat satu
khotbah penting bahwa akan datangnya seorang Mesiah, Nabi yang dijanjikan.
Suatu
hari, Abdul Muthalib bermimpi. Dari punggungnya tumbuh sebatang pohon, cabang
atasnya menyentuh langit. Cabang sampingnya membentang dari Timur sampai ke
Barat. Lalu, dari pohon itu muncul cahaya yang lebih terang dari matahari.
Abdul Muthalib bertanya pada juru tafsir mimpi. Para juru tafsir mimpi
mengatakan bahwa seseorang akan dilahirkan dalam keluarganya yang akan
menerangi Timur dan Barat, akan menjadi nabi bangsa Arab maupun bangsa Persia
(Sayyed Husein Nasr).
Jamaah
sholat Jum’at yang berbahagia
Saat
ini kita tengah meniti kembali jalan hidupnya, menelusuri lorong-lorong kepribadiannya
yang mengagumkan, serta menghayati samudera kebijakannya yang luas terbentang.
Tentunya, bukan hari ini atau bulan ini saja kita berkhidmat terhadap teladan
dan akhlknya, akan tetapi semestinya Muhammad senantiasa menginspirasi dan
menjadi ruh dari setiap perjalanan langkah hidup kita.
Para
cendikiawan, penulis, ataupun pujangga telah banyak menorehkan sirah, sejarah
atau biografi sang Nabi dengan amat mengesankan. Bukan hanya dari kalangan
muslim, bahkan banyak dari non muslim yang sungguh dalam dan luar biasa
memberikan penghargaan kepada sang pemilik pribadi mulia ini. Berikut akan kita
baca bagaimana kalangan non muslim mengomentari akhlak beliau:
“Dia
hidup dalam kerendahan hati yang sungguh-sungguh, yang melaksanakan
kewajiban-kewajiban yang paling kasar sekalipun dengan kedua tangannya; dia
menyalakan api, menyapu lantai, menyusui biri-biri, menambal pakaiannya sendiri
dan memperbaiki sepatunya. Dia bekerja keras untuk memperbaiki nasib budak,
yang membebaskan siapa saja yang dipersembahkan untuknya.” (Betram Thomas)
Hal
ini juga sebagaimana diakui oleh Aisyah. Ia pernah ditanya apa yang dilakukan
Rasulullah Saw di rumah. Aisyah r.a menjawab, “Beliau menjahit pakaiannya
sendiri, memperbaiki sandalnya dan mengerjakan segala apa yang (layaknya) para
suami lakukan di dalam rumah.” (HR. Ahmad)
“Dia
yang berdiri sendirian, menghadapi selama bertahun-tahun kebencian kaumnya
adalah pribadi yang sama yang tidak pernah menarik tangannya dari pegangan
tangan orang lain; kekasih anak-anak, yang tidak penah melewati sekelompok anak
kecil tanpa pernah tersenyum dari kedua matanya yang mengagumkan dan satu kata
ramah untuk mereka, yang menyuarakan semua kebaikan dalam nada yang manis”. (Stanley
Lane Poole).
Muhammad
adalah yang luas kasih dan maafnya kepada manusia, tidak sedikitpun rasa dendam
dalam hatinya meskipun terhadap orang yang meludahinya. Dia Muhammad yang
membawa ajaran firmanNya :
وَلَمَن صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ
عَزْمِ اْلأُمُورِ
“Barang
siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu perbuatan yang mulia.”
(As-Syuro:43)
Abdurrahmah
A-Diba’i mengungkapkan dalam Maulid Ad-Dibai terkait akhlaq Nabi yang
pengasih ini.
اِنْ اُوْذِيَ يَعْفُ وَلَا يُعَاقِبُ. وَاِنْ
خُوْصِمَ يَصْمُتْ وَلَا يُجَاوِبُ
Ketika
disakiti, ia mengampuni dan tidak membalas. Ketika Ia dimusuhi, dia diam tidak
menjawab.
“Rasa
kemanusiaannya merengkuhkan diri sampai ke makhluk-makhluk yang lebih rendah.
Dia melarang pemakaian burung-burung yang hidup sebagai sasaran untuk para
pemanah dan memprotes mereka yang memperlakukan onta mereka dengan buruk.
Tindakan-tindakan jahat yang bodoh berkaitan dengan takhayul dibuangnya. Tak
ada lagi onta orang yang sudah mati diikatkan pada kuburannya untuk menghapus
rasa lapar dan dahaga. Tak ada lagi mata jahat didamaikan dengan pemberian
darah domba. Tak ada lagi hujan dipanggil dengan mengikatkan obor yang membara
ke ekor-ekor sapi..” (D.S. Margo Liouth)
Bahkan
bukan hanya dari golongan manusia, jin dan malaikat saja yang hormat kepada
sosok yang yang agung ini, makhluk-makhluk Allah yang lebih rendahpun seperti
hewan dan tumbuhan merasakan ke-takzim-an dan memberi salam hormat kepadanya.
Sebagaimana juga digambarkan Abdurrahmah A-Diba’i:
اٰمَنَ بِهِ الضَّبُّ
وَسَلَّمَتِ الْاَشْجَارُ وَخَاطَبَتْهُ الْاَحْجَارُ وَحَنَّ اِلَيْهِ الْجِذْعُ
حَنِيْنَ حَزِيْنٍ نَادِبٍ
Binatang
biawak beriman kepadanya, pohon-pohon kayu memberikan salam, batu-batu
mengatakan sesuatu kepadanya dan batang kurma meratapi kepadanya seperti
ratapan seorang yang sedih merintih-rintih karena sangat cintanya kepada Nabi
Saw.
Demikianlah
gambaran Muhammad dengan kepribadiannya yang teramat luhur, bagaimana al-qur’an
saja melukiskan demikian : انك
على خلق عظيم sesungguhnya
engkau berada pada akhlak yang agung.
Dialah
seorang Nabi yang begitu memikirkan penderitaan dan keselamatan umatnya,
sebagaimana digambarkan cukup indah dalam al-qur’an :
لَقَدْ
جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَاعَنِتُّمْ حَرِيصٌ
عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu
sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan
keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang
mu'min. (QS. 9:128)
Jamaah
sholat Jum’at yang
berbahagia
Dialah Nabi yang perkataannya selalu sesuai dengan perbuatannya.
Dia mengajarkan kesederhanaan maka akan kita temukan bahwa dia adalah seorang
raja yang paling sederhana sepanjang sejarah dunia. Tidaklah padanya istana
yang megah bertahtakan emas permata, namun hanya bilik kecil di bagian depan
masjid yang ia biarkan terbuka untuk umat.
Nabi ikut serta sepenuhnya dalam kehidupan sosial. Nabi adalah
seorang suami, ayah, kepala negara, hakim dan panglima perang. Nabi mengalami
berbagai bahaya yang umum dialami dalam kehidupan manusia, terutama karena
perannya sebagai pendiri negara dan masyarakat baru. Tetapi dalam semua
kegiatan ini, hatinya beristirahat dalam ketentraman dan kepuasan akan Yang
Agung dan secara batin Nabi terus-menerus mencari kedamaian abadi. ” (sayyid
Husein Nasr).
Sebagaimana juga diungkapkan oleh Abdurrahmah A-Diba’i :
قَلْبُهُ لَا
يَغْفُلُ وَلَا يَنَامُ وَلٰكِنْ لِلْخِدْمَةِ عَلٰى الدَّوَامِ مُرَاقِبُ
Hatinya tidak pernah lupa dan tidak tidur tetapi selalu berkhidmat
dan ingat pada Allah. SWT.
Dia adalah Nabi yang sering kali berpuasa karena tidak terdapat
makanan di rumahnya. Kesederhanaannya bagi seorang raja amat mencengangkan
dunia. Dan inilah yang menjadi prinsip dasar ajaran agama yang di bawanya, bahwa
harta bukanlah menjadi ukuran kehormatan hidup di dunia akan tetapi kekayaan
jiwa.
Jamaah sholat Jumat yang berbahagia
Tak akan habis kita
tuangkan dalam kata-kata tentang keterpesonaan kita terhadap pribadi yang agung
ini. Namun hanya sholawat dan salam yang terus tanpa henti kita lirihkan dalam
setiap waktu dan kesempatan akan bukti cinta kita kepada beliau dan khidmat
kita akan keteladanannya.
Friday, January 10, 2020
Wajah-Wajah Tuhan
Posted by KHUTBAH | 6:24 PM Categories: khutbah, khutbah Jum'at, wajah-wajah Tuhan, YSM
Isi Khutbah menemukan wajah-wajah Tuhan. Perjalanan
hidup manusia di dunia ini pada dasarnya adalah upaya membangun kedekatan
kepada Tuhannya. Dan Allah sendiri telah memproklamirkan Dirinya, bahwa Ia dekat dengan hambaNya.
وَإِذَا
سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ
Apabila hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad), katakan, Aku dekat (al-Baqarah :
186)
Friday, November 17, 2017
Kebenaran di Era Post Truth Society
Posted by KHUTBAH | 4:43 AM Categories: Al-Fitroh, alfit, bohong, era post truth society, kebenaran, kebohongan, kerusakan, khutbah, khutbah Jum'at, munafiqIsi Khutbah kebenaran di era post truth society. Para ilmuan sosial menamakan kondisi 'perang' berita dan informasi saat ini dengan sebutan Era Post Truth Society. Pada khutbah ini, kita awali dengan firman Allah Swt.
QS.2:12, yang berbunyi
أَلاَ إِنَّهُم هُمُ الْمُفِسِدُونَ وَلَـكِن
لاَّ يَشْعُرُونَ
Ingatlah,
sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka
tidak sadar. (QS. 2:12)
Thursday, April 13, 2017
Kemuliaan Rajab; Momentum Menanam Kebaikan
Posted by KHUTBAH | 8:34 PM Categories: bulan haram, bulan Rajab, bulan terlarang, empat bulan haram, kemuliaan, khutbah, khutbah Jum'at, Rajab
Isi Khutbah
Kemuliaan Rajab; Momentum Menanam Kebaikan. Islam datang tidak untuk seluruhnya menolak tradisi masyarakat setempat sebelumnya. Dalam hal ini masyarakat Arab Jahiliyah. Ada beberapa tradisi pada masa Jahiliyah yang terus langgeng menjadi syariat Islam sampai kini. Contohnya adalah ritual dalam ibadah haji seperti sai dan thawaf, sudah ada sejak zaman Jahiliyah. Ada beberapa lagi dalam ranah hukum Islam yang merupakan hasil dari adopsi tradisi hukum masyarakat Jahiliyah, seperti diyah, qosamah, qirad, memasang qiswah ka’bah dan lain sebagainya. Dan demikianlah Islam yang ajarannya sebagai pedoman universal melampaui batas-batas segala bangsa dan budaya. Kehadirannya bukan sebagai penghapus, tapi sebagai penyempurna ajaran-ajaran sebelumnya yang baik. Dan kehadiran Sang Nabinya sebagai penyempurna perilaku dan budi pekerti.
Kemuliaan Rajab; Momentum Menanam Kebaikan. Islam datang tidak untuk seluruhnya menolak tradisi masyarakat setempat sebelumnya. Dalam hal ini masyarakat Arab Jahiliyah. Ada beberapa tradisi pada masa Jahiliyah yang terus langgeng menjadi syariat Islam sampai kini. Contohnya adalah ritual dalam ibadah haji seperti sai dan thawaf, sudah ada sejak zaman Jahiliyah. Ada beberapa lagi dalam ranah hukum Islam yang merupakan hasil dari adopsi tradisi hukum masyarakat Jahiliyah, seperti diyah, qosamah, qirad, memasang qiswah ka’bah dan lain sebagainya. Dan demikianlah Islam yang ajarannya sebagai pedoman universal melampaui batas-batas segala bangsa dan budaya. Kehadirannya bukan sebagai penghapus, tapi sebagai penyempurna ajaran-ajaran sebelumnya yang baik. Dan kehadiran Sang Nabinya sebagai penyempurna perilaku dan budi pekerti.
Friday, February 17, 2017
Tentram Dalam Keragaman
Posted by KHUTBAH | 12:42 AM Categories: Al-hujarat 13, al-maidah 48, Aus, Baitussalam, keragaman, Khajraj, khutbah, khutbah Jum'at, takdir, taqwaIsi Khutbah
Tentram dalam keragaman. Takdir hidup manusia adalah dalam keragaman; Beragam suku,bangsa, budaya, bahasa, ras atau agama. Bahkan yang satu suku, satu bangsa, satu agamapun masih beragam pandangan, pikiran dan pilihan politiknya. Keragaman latar belakang dan pandangan atau pemikiran manusia ini sudah merupakan kehendak Allah Swt. FirmanNya dalam Q.S. Al-Maidah ayat 48
Tentram dalam keragaman. Takdir hidup manusia adalah dalam keragaman; Beragam suku,bangsa, budaya, bahasa, ras atau agama. Bahkan yang satu suku, satu bangsa, satu agamapun masih beragam pandangan, pikiran dan pilihan politiknya. Keragaman latar belakang dan pandangan atau pemikiran manusia ini sudah merupakan kehendak Allah Swt. FirmanNya dalam Q.S. Al-Maidah ayat 48
وَلَوْ شَآءَ اللهُ
لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَآءَاتَاكُمْ
فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم
بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu
umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu.
Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allahlah kembali kamu
semuanya, lalu diberitahukannya semua kepadamu apa yang kamu perselisihkan itu.
Monday, January 16, 2017
Internet dan Kebohongan
Posted by KHUTBAH | 1:50 PM Categories: hoax, internet, kebohongan, khutbah, khutbah Jum'at, media sosial, tabayyun
Isi Khutbah. Internet dan kebohongan. Masih terkiang kegaduhan yang
menimpa bangsa ini diakhir 2016 lalu bahkan mungkin sampai hari ini, di awal
2017 dan entah sampai kapan. Kegaduhan yang bercampur baur nuansanya antara
politik dan agama. Satu kasus terkait hukum telah menguras banyak energi dan waktu saat itu hingga kini. Dugaan
penodaan agama oleh salah seorang Gubernur petahana jelang pilkada di
Indonesia. Pro kontra pendapat dan pandangan sejatinya sesuatu yang harusnya
dimaklumi. Dalam alam demokrasi, negara menjamin kebebasan berekspresi dalam
wadah-wadah diskusi mengemukakan argumentasi. Namun yang lebih mewarnai
masyarakat kita saat ini adalah aroma permusuhan dan rasa benci. Caci maki dan
provokasi menjadi konsumsi kita sehari-hari. Dan yang amat memperihatinkan dan
yang menjadi biang masalah adalah berita-berita hoax, fitnah dan kebohongan
menyeruak muncul tak terkendali dan celakanya mentah-mentah kita percayai,
malah kita dijadikan afirmasi terhadap pendapat dan pandangan yang kita yakini
bahkan tak segan digunakan sebagai amunisi.
Wednesday, December 28, 2016
Adil Sejak Dalam Pikiran
Posted by KHUTBAH | 2:15 AM Categories: adil, adil sejak dalam pikiran, hoax, khutbah, khutbah Jum'at, media sosial, prasangka, tabayyunIsi Khutbah. Adil sejak dalam pikiran. "Berlakulah adil, sesungguhnya adil itu lebih dekat kepada taqwa".
اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ
بِمَا تَعْمَلُونَ Demikian firman Allah memerintahkan kita untuk
berbuat adil, dan adil bagian dari ketaqwaan itu sendiri. Adil sepertinya
menjadi salah satu tema sentral dalam alqur’an. Allah selalu memerintahkan kita
untuk berlaku adil dimanapun dan dalam situasi apapun. Bahkan terhadap musuh
sekalipun, adil haruslah ditegakan.
Wednesday, November 30, 2016
Tabayyun Terhadap Berita
Posted by KHUTBAH | 9:49 PM Categories: berita, hoax, khutbah, khutbah Jum'at, tabayyun
Tabayyun terhadap berita. Sekali lagi kita panjatkan syukur atas kedamaian dan kenyamanan hidup di negeri Indonesia yang tercinta ini. Namun
belakangan ini, sepertinya kita terusik dan diuji oleh berbagai issu yang
mengancam kedamaian dan ketentraman berbangsa dan bernegara. Perbedaan pendapat
dan pandangan yang tajam terhadap suatu kasus sedang menimpa negeri ini. Dua
pendapat yang bersebrangan sama-sama mengklaim sebagai pemilik kebenaran,
kadang menggunakan dalil yang sama untuk pembenaran masing-masing pendapat.
Penghujatan dan caci maki bahkan meyertai setiap pandangan yang mengemuka.
Semua kelompok yang bersebrangan sama-sama menyuguhkan beragam informasi yang
mereka anggap benar dan valid. Terutama informasi dari internet atau media
sosial. Setiap hari kita dijejali beragam informasi yang tumpang tindih, saling
bertubrukan, liar berseliweran, cyber opinion war, perang opini siber
menurut Parni Hadi-Wartawan Senior, Pemimpin redaksi LKBN Antara.
Thursday, September 22, 2016
Ritual Agama dan Spiritualitas
Posted by KHUTBAH | 3:45 PM Categories: idul adha, khutbah, khutbah Jum'at, qurban, ritual agama, spiritual, spiritualitasIsi Khutbah
Ritual agama dan spiritualitas. Baru saja kita melewati momen
besar dalam hidup keberagamaan kita. Yaitu pelaksanaan Ibadah Haji dan
penyembelihan hewan qurban. Hal mana kita sudah sama-sama mengetahui bahwa
pelaksanaan ibadah Haji dan qurban ini dilatarbelakangi oleh peristiwa sejarah
yang besar bagi umat manusia khususnya pemeluk agama-agama samawi termasuk kita
umat Islam.
Monday, May 16, 2016
Khutbah Jumat Ritual Malam Nisfu Sya'ban
Posted by KHUTBAH | 11:36 PM Categories: khutbah, khutbah Jum'at, nisfu sya'ban
Isi Khutbah Jumat
Khutbah Jumat Ritual Malam Nisfu Sya'ban. Malam Nisfu Sya'ban adalah pertengahan bulan Sya'ban yaitu tanggal 15 Sya'ban. Malam ini bagi kaum muslimin sangatlah istimewa. Banyak kaum muslimin di dunia mengisi malam nisfu sya'ban ini dengan amalan-amalan atau ritual khusus meskipun memang dikalangan kaum muslimin sendiri bahwa ritual ritual tertentu pada malam nisfu sya'ban banyak mengundang kontroversi. Berikut adalah sejumlah hadits berkenaan dengan keutamaan bulan dan malam nisfu sya'ban serta beberapa pandangan ulama terkait dengan ritual yang biasa dilakukan oleh kaum muslimin.
Sunday, May 15, 2016
Tujuan Diturunkannya Agama
Posted by KHUTBAH | 10:43 PM Categories: agama, akal, dimensi proses, dimensi situasional, dimensi struktural, hati, iman, khutbah, khutbah Jum'at, rasio
Isi Khutbah Jumat
Tujuan diturunkannya agama. Sebelum lebih jauh kita menelaah
apa sebenarnya fungsi agama dalam kehidupan atau dengan kata lain apa tujuan
diturunkannya agama ke langit dunia, ada tiga dimensi dalam kehidupan yang
harus kita ketahui dan dudukan terlebih dahulu, yaitu:
Thursday, May 12, 2016
Meninggalkan Kesibukan Dunia
Posted by KHUTBAH | 4:44 PM Categories: al-hikam, ibnu atha'illah al-iskandari, khutbah, khutbah Jum'at, zuhudIsi Khutbah Jumat
Meninggalkan kesibukan dunia atau
apa yang sering kita dengar dengan hidup ZUHUD. “Istirahatkan dirimu dari
kesibukan mengurusi duniamu. Urusan yang telah diatur Allah tak perlu kau sibuk
ikut campur”. Demikian Ibnu Atha’illah al-Iskandari dalam kitabnya yang masyhur
al-Hikam.
Wednesday, May 11, 2016
Totalitas Hidup Zuhud
Posted by KHUTBAH | 11:50 PM Categories: khutbah, khutbah Jum'at, usamah ibnu zaid, zuhud
Isi Khutbah Jumat
Totalitas hidup zuhud. Inilah totalitas hidup dalam
kesederhanaan dan kebersahajaan. Inilah nilai yang paling berharga dalam
beragama yang sedikit sekali orang yang menjadi bagiannya. Namun merekalah yang
menopang dan meneguhkan kehidupan di bumi, hingga kehidupan tetap lestari.
Merekalah kontributor terbesar terhadap kelangsungan hidup makhluk di dunia. Tidak
akan pernah Allah mengazab suatu kaum selama mereka ada di sana. Merekalah yang
menjadikan kiamat masih akan tertunda. Mereka yang menanggalkan segala kesenangan
dan perhiasan dunia, hidup dalam kezuhudan yang total, berbalut dengan
nilai-nilai tauhid yang sempurna. Merekalah yang meneladani sempurna sunah
kenabian. Mereka tidak butuh penghargaan dan kehormatan dunia. Lapar adalah
tradisinya, kemiskinan menjadi pakaian kebanggaannya. Mereka terasing dan
terlempar dari hingar bingar dan gemerlap kehidupan. Tapi justru di mata Tuhan merekalah
calon penghuni surga kelas utama.
Wednesday, May 4, 2016
Filosofi Simbol-Simbol Peristiwa Isra Miraj
Posted by KHUTBAH | 5:53 PM Categories: baitul maqdis, Isra Mi'raj, isra miraj, khutbah, khutbah Jum'at, masjidil haram, sidratul muntahaPada momen peringatan Isra Miraj
ini, marilah kita telaah filosofi simbol-simbol peristiwa isra miraj,
diantaranya :
1 . Terjadi pada Malam 27 bulan Rajab
1 . Terjadi pada Malam 27 bulan Rajab
Malam ke-27
menurut perhitungan kalender rembulan adalah malam yang paling gelap. Malam itu
juga menunjukan kondisi masyarakat jahiliyah yang dalam kegelapan. Karakter dan
adat kebiasaan yang buruk, kemaksiatan merajalela, ajaran agama Ibrahim semakin
diselewengkan. Peristiwa Isra Miraj akan membawa berita langit tentang cahaya
kebenaran yang membawa penerangan. Pada malam hari juga menandakan tradisi
manusia pulang kembali kepada ‘diri’ sendiri setelah siang hari bergelut dengan
tugas budaya menjamah semesta. Malam hari adalah waktu merenung, waktu manusia
lebih mengenal dirinya. “man ‘arafa nafsahu ‘arafa rabbahu’ siapa yang
mengenal dirinya, ia akan mengenal Tuhannya. Isra Miraj merupakan informasi
tentang diri. Informasi tentang cara membawa diri sebagai manusia agar peran
khalifah di muka bumi semakin berkualitas.
Monday, April 18, 2016
Lindungi Diri dan Keluarga dari Siksa Api Neraka
Posted by KHUTBAH | 6:35 AM Categories: api, attahrim, ceramah, diri, dirimu, drugs, keluarga, keluargamu, khutbah, khutbah Jum'at, narkoba, neraka, siksa
Tema Khutbah kali ini adalah Lindungi Diri dan Keluarga dari Siksa Api Neraka. Pertama-tama mailah kita perhatikan firman Allah, Q.S. Surat Attahrim ayat 6 :
Wahai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;
penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka
kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu
mengerjakan apa yang diperintahkan (At-Tahrim:6)
Thursday, April 14, 2016
Derita di Dunia Bahagia di Akhirat
Posted by KHUTBAH | 10:31 AM Categories: bahagia, derita, dukacita, khutbah, khutbah Jum'at, penderitaanIsi Khutbah
Sepanjang usianya, manusia adalah makhluk yang penuh derita. Manusia selalu diliputi oleh berbagai masalah. Masalah yang melingkupi manusia terus menerus hadir seolah tanpa henti. Hilang masalah yang satu, muncul masalah yang lainnya. Selesai satu masalah, datang masalah berikutnya. Hidup manusia dari detik-ke detik dan dari setiap jengkal langkahnya melulu diliputi masalah. Masalah itu adalah segala beban; beban pikiran, beban perasaan, beban pekerjaan ataupun beban musibah. Demikian barangkali yang disinggung oleh ahli hikmah ternama Ibnu Atha ‘illah al-Iskandari : “Jangan merasa aman dengan terjadinya penderitaan-penderitaan selama kau masih hidup di dunia ini Karena dunia hanya menampakan apa yang mesti ditampakannya.”
Saturday, March 26, 2016
Peran Negara dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar
Posted by KHUTBAH | 3:26 AM Categories: amar ma'ruf nahi munkar, ceramah, kali jodo, khutbah, khutbah Jum'at, negaraIsi Khutbah
Amar ma’ruf nahi munkar adalah istilah yang sangat populer dalam
khazanah dakwah islam. Sekilas di sini akan diketengahkan sisi semantik amar
ma’ruf nahi munkar dan selanjutnya dan yang terpenting adalah bagaimana amar
ma’ruf nahi mukar ini sejatinya diwujudkan oleh individu, masyarakat muslim,
dan Negara.
Thursday, March 17, 2016
Menakar Kebenaran Opini
Posted by KHUTBAH | 4:16 PM Categories: khutbah, khutbah Jum'at, opini, tabayyun, YSMIsi Khutbah
Marilah menakar kebenaran opini. Saat ini kita sudah terbiasa dengan opini di
media tentang perdebatan antar individu maupun antar kelompok. Atau boleh jadi kita termasuk pelaku perdebatan
itu sendiri akibat terbawa arus opini yang membentuk persepsi kita tentang
suatu masalah. Lebih-lebih masalahnya
menyangkut sensitifitas hidup kita
berupa SARA, perdebatan itu bisa mengarah pada penghakiman, penghujatan dan
fitnah. Penghujatan dan fitnah itu tidak hanya terjadi antar kelompok yang
berbeda, bahkan antar kita sesama muslim, kita saling hujat dan saling fitnah
dalam menghadapi isu yang berkembang. Lihat saja apa yang terjadi di media sosial-media
sosial saat ini, perang opini yang membuat kita miris. Dua blok opini yang
keduanya berada pada titik ekstrim, memunculkan penghakiman, pem-bully-an
terhadap pigur tertentu, penghujatan dan fitnah sesama muslim, semuanya
mengatasdasarkan kebenaran-keyakinannya masing-masing.
Thursday, January 14, 2016
Indahnya Silaturrahmi
Posted by KHUTBAH | 11:35 PM Categories: khutbah, khutbah Jum'at, silaturrahmi, YSM
Isi Khutbah
Segala puji bagi Allah atas segala rahmat, ni’mat dan hidayahNya kepada
kita semua, terutama sekali ni’mat panjang umur, sehat walafiat dan sudah
barang tentu ni’mat iman dan islam sehingga kita dapat berkumpul kembali pada
hari yang mulia dan ditempat yang mulia ini untuk menunaikan salah satu
kewajiban kita sholat Jum’at berjamaah. Sholawat dan salam tak lupa kita
sampaikan kepada junjungan kita baginda Nabi Muhammad saw beserta keluarga dan
sahabatnya yang setia. Tidak lupa khotib berwasiat khusunya kepada diri khotib
sendiri dan kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita
kepada Allah Swt dengan menjalankan segala perintah-perintahNya dan menjauhkan
segala larangan-laranganNya.
Subscribe to:
Posts (Atom)






