Showing posts with label khutbah Jum'at. Show all posts
Showing posts with label khutbah Jum'at. Show all posts

Thursday, January 23, 2020


Isi Khutbah Mengenang Habibie. Saat ini bangsa Indonesia sedang berkabung, duka mendalam karena baru saja kehilangan seorang tokoh besar bangsa, Bapak Prof. BJ Habibie yang karya dan kontribusinya terhadap bangsa Indonesia amatlah besar dan nyata; baik ia sebagai tokoh politik, pemimpin Negara, terlebih adalah ia sebagai bapak tekhnologi yang telah melambungkan harkat martabat masyarakat Indonesia di mata dunia dengan membawa capaian tertinggi kemajuan tekhnologi anak bangsa terutama dibidang tekhnologi dirgantara, membuat pesawat terbang.

Thursday, January 16, 2020

Isi Khutbah Samudra Keagungan Maulid Nabi SAW. Menggigil tubuh Waraqah, bergetar-serak suaranya ketika baru saja Khadijah, sepupunya menceritakan apa yang baru saja dialami suaminya, Muhammad di Gua Hira. Lelaki tua renta yang saat itu berusia 90 tahun adalah satu dari sebagian kecil yang masih memegang teguh ajaran agama Ibrahim yang hanif. Dia adalah seorang Kristen yang telah lama menyelami kitab-kitab suci terdahulu, injil maupun taurat dan meyakini akan datangnya seorang Mesiah, Nabi yang dijanjikan sebagaimana diwartakan dalam kitab-kitab suci tersebut. Dan apa yang baru saja diceritakan Khadijah kepadanya menjadi konfirmasi terhadap keyakinan dan harapan yang selama puluhan tahun ia nantikan.

Dalam salah satu perjumpaannya dengan Muhammad di salah satu sudut Ka’bah, Waraqah dengan penuh emosional; penuh kerinduan dan keharuan, membisikan kepada Muhammad: ”Qudus-Qudus, demi Tuhan yang menguasai jiwaku, yang mendatangimu adalah Namus terbesar yang dulu pernah mendatangi Musa”. “Muhammad, engkau adalah Nabi bagi kaummu, yakinkanlah dirimu”. Engkau akan didustakan orang dan akan diperlakukan buruk, mereka akan mengusirmu bahkan berperang melawanmu”.”Seandainya aku masih hidup pada saat itu, Allah tahu, pasti akan membela kebenaran agama-Nya”. Waraqah kemudian memeluk Muhammad dengan erat dan mencium ubun-ubunnya dengan penuh ketakziman yang tiada banding. Sebuah adegan kebahagiaan dan kaharuan yang tak terperi bagi seorang Waraqah setelah sekian tahun bergelut dengan keyakinan bagai mitos dan dongeng akan datangnya seorang juru selamat yang dijanjikan. Saat ini, bagai mendekap surga, seorang yang dijanjikan itu berada erat dalam pelukannya.   

Jamaah sholat Jum’at yang berbahagia

Itulah sekelumit kisah yang merupakan awal dari perjuangan dakwah seorang Rasul teragung, nabi pilihan akhir zaman, seorang Nabi yang dijanjikan yang kelahirannya sudah diramalkan dalam kitab-kitab kuno oleh semua agama di dunia.

Dan Muhammad, begitu menampakan wajahnya di bumi, serta merta mengundang keajaiban-keajaiban alam. Seketika cahaya terang menyelimuti kota Mekkah malam itu seakan mengisyaratkan telah munculnya purnama kehidupan untuk semesta alam, Istana Persia yang menjadi simbol kekuatan adidaya saat itu nyaris runtuh. Api abadi yang menjadi sembahan orang-orang majusi yang tak pernah mati, malam itu seketika padam. Seluruh pendeta di setiap pelosok pada malam itu membuat satu khotbah penting bahwa akan datangnya seorang Mesiah, Nabi yang dijanjikan.
Suatu hari, Abdul Muthalib bermimpi. Dari punggungnya tumbuh sebatang pohon, cabang atasnya menyentuh langit. Cabang sampingnya membentang dari Timur sampai ke Barat. Lalu, dari pohon itu muncul cahaya yang lebih terang dari matahari. Abdul Muthalib bertanya pada juru tafsir mimpi. Para juru tafsir mimpi mengatakan bahwa seseorang akan dilahirkan dalam keluarganya yang akan menerangi Timur dan Barat, akan menjadi nabi bangsa Arab maupun bangsa Persia (Sayyed Husein Nasr).

Jamaah sholat Jum’at yang berbahagia

Saat ini kita tengah meniti kembali jalan hidupnya, menelusuri lorong-lorong kepribadiannya yang mengagumkan, serta menghayati samudera kebijakannya yang luas terbentang. Tentunya, bukan hari ini atau bulan ini saja kita berkhidmat terhadap teladan dan akhlknya, akan tetapi semestinya Muhammad senantiasa menginspirasi dan menjadi ruh dari setiap perjalanan langkah hidup kita.
Para cendikiawan, penulis, ataupun pujangga telah banyak menorehkan sirah, sejarah atau biografi sang Nabi dengan amat mengesankan. Bukan hanya dari kalangan muslim, bahkan banyak dari non muslim yang sungguh dalam dan luar biasa memberikan penghargaan kepada sang pemilik pribadi mulia ini. Berikut akan kita baca bagaimana kalangan non muslim mengomentari akhlak beliau:
“Dia hidup dalam kerendahan hati yang sungguh-sungguh, yang melaksanakan kewajiban-kewajiban yang paling kasar sekalipun dengan kedua tangannya; dia menyalakan api, menyapu lantai, menyusui biri-biri, menambal pakaiannya sendiri dan memperbaiki sepatunya. Dia bekerja keras untuk memperbaiki nasib budak, yang membebaskan siapa saja yang dipersembahkan untuknya.” (Betram Thomas)

Hal ini juga sebagaimana diakui oleh Aisyah. Ia pernah ditanya apa yang dilakukan Rasulullah Saw di rumah. Aisyah r.a menjawab, “Beliau menjahit pakaiannya sendiri, memperbaiki sandalnya dan mengerjakan segala apa yang (layaknya) para suami lakukan di dalam rumah.” (HR. Ahmad)

“Dia yang berdiri sendirian, menghadapi selama bertahun-tahun kebencian kaumnya adalah pribadi yang sama yang tidak pernah menarik tangannya dari pegangan tangan orang lain; kekasih anak-anak, yang tidak penah melewati sekelompok anak kecil tanpa pernah tersenyum dari kedua matanya yang mengagumkan dan satu kata ramah untuk mereka, yang menyuarakan semua kebaikan dalam nada yang manis”. (Stanley Lane Poole).

Muhammad adalah yang luas kasih dan maafnya kepada manusia, tidak sedikitpun rasa dendam dalam hatinya meskipun terhadap orang yang meludahinya. Dia Muhammad yang membawa ajaran firmanNya :
وَلَمَن صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ اْلأُمُورِ
“Barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu perbuatan yang mulia.” (As-Syuro:43)

Abdurrahmah A-Diba’i mengungkapkan dalam Maulid Ad-Dibai terkait akhlaq Nabi yang pengasih ini.
اِنْ اُوْذِيَ يَعْفُ وَلَا يُعَاقِبُ. وَاِنْ خُوْصِمَ يَصْمُتْ وَلَا يُجَاوِبُ
Ketika disakiti, ia mengampuni dan tidak membalas. Ketika Ia dimusuhi, dia diam tidak menjawab.

“Rasa kemanusiaannya merengkuhkan diri sampai ke makhluk-makhluk yang lebih rendah. Dia melarang pemakaian burung-burung yang hidup sebagai sasaran untuk para pemanah dan memprotes mereka yang memperlakukan onta mereka dengan buruk. Tindakan-tindakan jahat yang bodoh berkaitan dengan takhayul dibuangnya. Tak ada lagi onta orang yang sudah mati diikatkan pada kuburannya untuk menghapus rasa lapar dan dahaga. Tak ada lagi mata jahat didamaikan dengan pemberian darah domba. Tak ada lagi hujan dipanggil dengan mengikatkan obor yang membara ke ekor-ekor sapi..” (D.S. Margo Liouth)

Bahkan bukan hanya dari golongan manusia, jin dan malaikat saja yang hormat kepada sosok yang yang agung ini, makhluk-makhluk Allah yang lebih rendahpun seperti hewan dan tumbuhan merasakan ke-takzim-an dan memberi salam hormat kepadanya. Sebagaimana juga digambarkan Abdurrahmah A-Diba’i:
اٰمَنَ بِهِ الضَّبُّ وَسَلَّمَتِ الْاَشْجَارُ وَخَاطَبَتْهُ الْاَحْجَارُ وَحَنَّ اِلَيْهِ الْجِذْعُ حَنِيْنَ حَزِيْنٍ نَادِبٍ
Binatang biawak beriman kepadanya, pohon-pohon kayu memberikan salam, batu-batu mengatakan sesuatu kepadanya dan batang kurma meratapi kepadanya seperti ratapan seorang yang sedih merintih-rintih karena sangat cintanya kepada Nabi Saw.

Demikianlah gambaran Muhammad dengan kepribadiannya yang teramat luhur, bagaimana al-qur’an saja melukiskan demikian : انك  على خلق عظيم  sesungguhnya engkau berada pada akhlak yang agung.

Dialah seorang Nabi yang begitu memikirkan penderitaan dan keselamatan umatnya, sebagaimana digambarkan cukup indah dalam al-qur’an :
لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَاعَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu'min. (QS. 9:128)

Jamaah sholat  Jum’at  yang  berbahagia

Dialah Nabi yang perkataannya selalu sesuai dengan perbuatannya. Dia mengajarkan kesederhanaan maka akan kita temukan bahwa dia adalah seorang raja yang paling sederhana sepanjang sejarah dunia. Tidaklah padanya istana yang megah bertahtakan emas permata, namun hanya bilik kecil di bagian depan masjid yang ia biarkan terbuka untuk umat.

Nabi ikut serta sepenuhnya dalam kehidupan sosial. Nabi adalah seorang suami, ayah, kepala negara, hakim dan panglima perang. Nabi mengalami berbagai bahaya yang umum dialami dalam kehidupan manusia, terutama karena perannya sebagai pendiri negara dan masyarakat baru. Tetapi dalam semua kegiatan ini, hatinya beristirahat dalam ketentraman dan kepuasan akan Yang Agung dan secara batin Nabi terus-menerus mencari kedamaian abadi. ” (sayyid Husein Nasr).

Sebagaimana juga diungkapkan oleh Abdurrahmah A-Diba’i :

قَلْبُهُ لَا يَغْفُلُ وَلَا يَنَامُ وَلٰكِنْ لِلْخِدْمَةِ عَلٰى الدَّوَامِ مُرَاقِبُ
Hatinya tidak pernah lupa dan tidak tidur tetapi selalu berkhidmat dan ingat pada Allah. SWT.

Dia adalah Nabi yang sering kali berpuasa karena tidak terdapat makanan di rumahnya. Kesederhanaannya bagi seorang raja amat mencengangkan dunia. Dan inilah yang menjadi prinsip dasar ajaran agama yang di bawanya, bahwa harta bukanlah menjadi ukuran kehormatan hidup di dunia akan tetapi kekayaan jiwa.

Jamaah sholat Jumat yang berbahagia

Tak akan habis kita tuangkan dalam kata-kata tentang keterpesonaan kita terhadap pribadi yang agung ini. Namun hanya sholawat dan salam yang terus tanpa henti kita lirihkan dalam setiap waktu dan kesempatan akan bukti cinta kita kepada beliau dan khidmat kita akan keteladanannya.

Friday, January 10, 2020

Wajah-Wajah Tuhan

Posted by KHUTBAH | 6:24 PM Categories: , , ,
Isi Khutbah menemukan wajah-wajah Tuhan. Perjalanan hidup manusia di dunia ini pada dasarnya adalah upaya membangun kedekatan kepada Tuhannya. Dan Allah sendiri telah memproklamirkan Dirinya, bahwa  Ia dekat dengan hambaNya.
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ
Apabila hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad), katakan, Aku dekat (al-Baqarah : 186)

Friday, November 17, 2017

Isi Khutbah kebenaran di era post truth society. Para ilmuan sosial menamakan kondisi 'perang' berita dan informasi saat ini dengan sebutan Era Post Truth Society. Pada khutbah ini, kita awali dengan firman Allah Swt. QS.2:12, yang berbunyi
أَلاَ إِنَّهُم هُمُ الْمُفِسِدُونَ وَلَـكِن لاَّ يَشْعُرُونَ
Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (QS. 2:12)

Thursday, April 13, 2017


Isi Khutbah
Kemuliaan Rajab; Momentum Menanam Kebaikan. Islam datang tidak untuk seluruhnya menolak tradisi masyarakat setempat sebelumnya. Dalam hal ini masyarakat Arab Jahiliyah. Ada beberapa tradisi pada masa Jahiliyah yang terus langgeng menjadi syariat Islam sampai kini. Contohnya adalah ritual dalam ibadah haji seperti sai dan thawaf, sudah ada sejak zaman Jahiliyah. Ada beberapa lagi dalam ranah hukum Islam yang merupakan hasil dari adopsi tradisi hukum masyarakat Jahiliyah, seperti diyah, qosamah, qirad, memasang qiswah ka’bah dan lain sebagainya. Dan demikianlah Islam yang ajarannya sebagai pedoman universal melampaui batas-batas segala bangsa dan budaya. Kehadirannya bukan sebagai penghapus, tapi sebagai penyempurna ajaran-ajaran sebelumnya yang baik. Dan kehadiran Sang Nabinya sebagai penyempurna perilaku dan budi pekerti.

Friday, February 17, 2017

Isi Khutbah
Tentram dalam keragaman. Takdir  hidup manusia adalah dalam keragaman; Beragam suku,bangsa, budaya, bahasa, ras atau agama. Bahkan yang satu suku, satu bangsa, satu agamapun masih beragam pandangan, pikiran dan pilihan politiknya. Keragaman latar belakang dan pandangan atau pemikiran manusia ini sudah merupakan kehendak Allah Swt. FirmanNya dalam Q.S. Al-Maidah ayat 48
وَلَوْ شَآءَ اللهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَآءَاتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu. Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allahlah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukannya semua kepadamu apa yang kamu perselisihkan itu.

Monday, January 16, 2017

Isi Khutbah. Internet dan kebohongan. Masih terkiang kegaduhan yang menimpa bangsa ini diakhir 2016 lalu bahkan mungkin sampai hari ini, di awal 2017 dan entah sampai kapan. Kegaduhan yang bercampur baur nuansanya antara politik dan agama. Satu kasus terkait hukum telah menguras banyak energi  dan waktu saat itu hingga kini. Dugaan penodaan agama oleh salah seorang Gubernur petahana jelang pilkada di Indonesia. Pro kontra pendapat dan pandangan sejatinya sesuatu yang harusnya dimaklumi. Dalam alam demokrasi, negara menjamin kebebasan berekspresi dalam wadah-wadah diskusi mengemukakan argumentasi. Namun yang lebih mewarnai masyarakat kita saat ini adalah aroma permusuhan dan rasa benci. Caci maki dan provokasi menjadi konsumsi kita sehari-hari. Dan yang amat memperihatinkan dan yang menjadi biang masalah adalah berita-berita hoax, fitnah dan kebohongan menyeruak muncul tak terkendali dan celakanya mentah-mentah kita percayai, malah kita dijadikan afirmasi terhadap pendapat dan pandangan yang kita yakini bahkan tak segan digunakan sebagai amunisi.

Wednesday, December 28, 2016

Isi Khutbah. Adil sejak dalam pikiran. "Berlakulah adil, sesungguhnya adil itu lebih dekat kepada taqwa".

اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ  Demikian firman Allah memerintahkan kita untuk berbuat adil, dan adil bagian dari ketaqwaan itu sendiri. Adil sepertinya menjadi salah satu tema sentral dalam alqur’an. Allah selalu memerintahkan kita untuk berlaku adil dimanapun dan dalam situasi apapun. Bahkan terhadap musuh sekalipun, adil haruslah ditegakan.

Wednesday, November 30, 2016

Tabayyun Terhadap Berita

Posted by KHUTBAH | 9:49 PM Categories: , , , ,
Tabayyun terhadap berita. Sekali lagi kita panjatkan syukur atas kedamaian dan kenyamanan hidup di negeri Indonesia yang tercinta ini.  Namun belakangan ini, sepertinya kita terusik dan diuji oleh berbagai issu yang mengancam kedamaian dan ketentraman berbangsa dan bernegara. Perbedaan pendapat dan pandangan yang tajam terhadap suatu kasus sedang menimpa negeri ini. Dua pendapat yang bersebrangan sama-sama mengklaim sebagai pemilik kebenaran, kadang menggunakan dalil yang sama untuk pembenaran masing-masing pendapat. Penghujatan dan caci maki bahkan meyertai setiap pandangan yang mengemuka. Semua kelompok yang bersebrangan sama-sama menyuguhkan beragam informasi yang mereka anggap benar dan valid. Terutama informasi dari internet atau media sosial. Setiap hari kita dijejali beragam informasi yang tumpang tindih, saling bertubrukan, liar berseliweran, cyber opinion war, perang opini siber menurut Parni Hadi-Wartawan Senior, Pemimpin redaksi LKBN Antara.

Thursday, September 22, 2016

Isi Khutbah

Ritual agama dan spiritualitas. Baru saja kita melewati momen besar dalam hidup keberagamaan kita. Yaitu pelaksanaan Ibadah Haji dan penyembelihan hewan qurban. Hal mana kita sudah sama-sama mengetahui bahwa pelaksanaan ibadah Haji dan qurban ini dilatarbelakangi oleh peristiwa sejarah yang besar bagi umat manusia khususnya pemeluk agama-agama samawi termasuk kita umat Islam.

Monday, May 16, 2016

Khutbah Jumat Ritual Malam Nisfu Sya'ban

Posted by KHUTBAH | 11:36 PM Categories: , ,
Khutbah Jumat Ritual Malam Nisfu Sya'ban. Malam Nisfu Sya'ban adalah pertengahan bulan Sya'ban yaitu tanggal 15 Sya'ban. Malam ini bagi kaum muslimin sangatlah istimewa. Banyak kaum muslimin di dunia mengisi malam nisfu sya'ban ini dengan amalan-amalan atau ritual khusus meskipun memang dikalangan kaum muslimin sendiri bahwa ritual ritual tertentu pada malam nisfu sya'ban banyak mengundang kontroversi. Berikut adalah sejumlah hadits berkenaan dengan keutamaan bulan dan malam nisfu sya'ban serta beberapa pandangan ulama terkait dengan ritual yang biasa dilakukan oleh kaum muslimin.

Sunday, May 15, 2016

Tujuan diturunkannya agama. Sebelum lebih jauh kita menelaah apa sebenarnya fungsi agama dalam kehidupan atau dengan kata lain apa tujuan diturunkannya agama ke langit dunia, ada tiga dimensi dalam kehidupan yang harus kita ketahui dan dudukan terlebih dahulu, yaitu:

Thursday, May 12, 2016

Isi Khutbah Jumat

Meninggalkan kesibukan dunia atau apa yang sering kita dengar dengan hidup ZUHUD. “Istirahatkan dirimu dari kesibukan mengurusi duniamu. Urusan yang telah diatur Allah tak perlu kau sibuk ikut campur”. Demikian Ibnu Atha’illah al-Iskandari dalam kitabnya yang masyhur al-Hikam.

Wednesday, May 11, 2016

Totalitas Hidup Zuhud

Posted by KHUTBAH | 11:50 PM Categories: , , ,
Totalitas hidup zuhud. Inilah totalitas hidup dalam kesederhanaan dan kebersahajaan. Inilah nilai yang paling berharga dalam beragama yang sedikit sekali orang yang menjadi bagiannya. Namun merekalah yang menopang dan meneguhkan kehidupan di bumi, hingga kehidupan tetap lestari. Merekalah kontributor terbesar terhadap kelangsungan hidup makhluk di dunia. Tidak akan pernah Allah mengazab suatu kaum selama mereka ada di sana. Merekalah yang menjadikan kiamat masih akan tertunda. Mereka yang menanggalkan segala kesenangan dan perhiasan dunia, hidup dalam kezuhudan yang total, berbalut dengan nilai-nilai tauhid yang sempurna. Merekalah yang meneladani sempurna sunah kenabian. Mereka tidak butuh penghargaan dan kehormatan dunia. Lapar adalah tradisinya, kemiskinan menjadi pakaian kebanggaannya. Mereka terasing dan terlempar dari hingar bingar dan gemerlap kehidupan. Tapi justru di mata Tuhan merekalah calon penghuni surga kelas utama.

Wednesday, May 4, 2016

Pada momen peringatan Isra Miraj ini, marilah kita telaah filosofi simbol-simbol peristiwa isra miraj, diantaranya :

1 . Terjadi pada Malam 27 bulan Rajab
                                                               
Malam ke-27 menurut perhitungan kalender rembulan adalah malam yang paling gelap. Malam itu juga menunjukan kondisi masyarakat jahiliyah yang dalam kegelapan. Karakter dan adat kebiasaan yang buruk, kemaksiatan merajalela, ajaran agama Ibrahim semakin diselewengkan. Peristiwa Isra Miraj akan membawa berita langit tentang cahaya kebenaran yang membawa penerangan. Pada malam hari juga menandakan tradisi manusia pulang kembali kepada ‘diri’ sendiri setelah siang hari bergelut dengan tugas budaya menjamah semesta. Malam hari adalah waktu merenung, waktu manusia lebih mengenal dirinya. “man ‘arafa nafsahu ‘arafa rabbahu’ siapa yang mengenal dirinya, ia akan mengenal Tuhannya. Isra Miraj merupakan informasi tentang diri. Informasi tentang cara membawa diri sebagai manusia agar peran khalifah di muka bumi semakin berkualitas.

Monday, April 18, 2016



Tema  Khutbah kali ini adalah Lindungi Diri dan Keluarga dari Siksa Api Neraka. Pertama-tama mailah kita perhatikan firman Allah, Q.S. Surat Attahrim ayat 6 :

Wahai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (At-Tahrim:6)

Thursday, April 14, 2016

Isi Khutbah

Sepanjang usianya, manusia adalah makhluk yang penuh derita. Manusia selalu diliputi oleh berbagai masalah. Masalah yang melingkupi manusia terus menerus hadir seolah tanpa henti. Hilang masalah yang satu, muncul masalah yang lainnya. Selesai satu masalah, datang masalah berikutnya. Hidup manusia dari detik-ke detik dan dari setiap jengkal langkahnya melulu diliputi masalah. Masalah itu adalah segala beban; beban pikiran, beban perasaan, beban pekerjaan ataupun beban musibah. Demikian barangkali yang disinggung oleh ahli hikmah ternama Ibnu Atha ‘illah al-Iskandari : “Jangan merasa aman dengan terjadinya penderitaan-penderitaan selama kau masih hidup di dunia ini Karena dunia hanya menampakan apa yang mesti ditampakannya.”

Saturday, March 26, 2016

Isi Khutbah

Amar ma’ruf nahi munkar adalah istilah yang sangat populer dalam khazanah dakwah islam. Sekilas di sini akan diketengahkan sisi semantik amar ma’ruf nahi munkar dan selanjutnya dan yang terpenting adalah bagaimana amar ma’ruf nahi mukar ini sejatinya diwujudkan oleh individu, masyarakat muslim, dan Negara. 

Thursday, March 17, 2016

Menakar Kebenaran Opini

Posted by KHUTBAH | 4:16 PM Categories: , , , ,
Isi Khutbah

Marilah menakar kebenaran opini. Saat ini kita sudah terbiasa dengan opini di media tentang perdebatan antar individu maupun antar kelompok.  Atau boleh jadi kita termasuk pelaku perdebatan itu sendiri akibat terbawa arus opini yang membentuk persepsi kita tentang suatu masalah. Lebih-lebih  masalahnya menyangkut sensitifitas hidup  kita berupa SARA, perdebatan itu bisa mengarah pada penghakiman, penghujatan dan fitnah. Penghujatan dan fitnah itu tidak hanya terjadi antar kelompok yang berbeda, bahkan antar kita sesama muslim, kita saling hujat dan saling fitnah dalam menghadapi isu yang berkembang. Lihat saja apa yang terjadi di media sosial-media sosial saat ini, perang opini yang membuat kita miris. Dua blok opini yang keduanya berada pada titik ekstrim, memunculkan penghakiman, pem-bully-an terhadap pigur tertentu, penghujatan dan fitnah sesama muslim, semuanya mengatasdasarkan kebenaran-keyakinannya masing-masing.

Thursday, January 14, 2016

Indahnya Silaturrahmi

Posted by KHUTBAH | 11:35 PM Categories: , , ,


Isi Khutbah
Segala puji bagi Allah atas segala rahmat, ni’mat dan hidayahNya kepada kita semua, terutama sekali ni’mat panjang umur, sehat walafiat dan sudah barang tentu ni’mat iman dan islam sehingga kita dapat berkumpul kembali pada hari yang mulia dan ditempat yang mulia ini untuk menunaikan salah satu kewajiban kita sholat Jum’at berjamaah. Sholawat dan salam tak lupa kita sampaikan kepada junjungan kita baginda Nabi Muhammad saw beserta keluarga dan sahabatnya yang setia. Tidak lupa khotib berwasiat khusunya kepada diri khotib sendiri dan kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Swt dengan menjalankan segala perintah-perintahNya dan menjauhkan segala larangan-laranganNya.
  • RSS
  • Delicious
  • ini apa
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube