Tuesday, December 4, 2012

Meniti Gelar Abdullah

Posted by KHUTBAH | 7:38 PM Categories:

Isi Khutbah
Apapun gelar atau sebutan khusus yang kita sematkan dan kita sandang pada diri kita sebenarnya hanya ingin menegaskan bahwa kita ‘berbeda’ dengan yang lainnya. Ada semacam ego kelompok atau individu yang membuat kita merasa istimewa atau special dihadapan yang lainnya. Secara tidak sadar kita batasi diri kita-dan kita merasa bangga dengan itu semua- dalam sekat-sekat ras, suku, budaya, pangkat, disiplin dan berbagai keahlian kita masing-masing.

Friday, November 30, 2012

Teladan Muhammad saw

Posted by KHUTBAH | 8:51 PM Categories: , , , ,

Isi Khutbah
Saat ini kita tengah berada pada bulan yang istimewa bagi  umat islam, yaitu  bulan Rabiul awwal yang dikenal juga dengan sebutan bulan maulid, Karena pada bulan ini tepatnya pada tanggal 12 Rabiul awwal telah terlahir manusia pilihan Tuhan, nabi dan rasul Allah, Muhammad Saw. Rasul teragung itu tidak hanya persembahan bagi alam semesta dengan segenap isinya, melainkan juga segenap alam malakut tunduk dan berkhidmat kepadanya.

Isi Khutbah manusia adalah makhluk pembelajar. Manusia dibentuk dalam bentuk yang sempurna fisik dan psikis (Q,S at-Tin:4);
لَقَدْ خَلَقْنَا اْلإِنسَانَ فيِ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
Manusia dengan susunan organ-organnya dihadapan makhluk Allah lainnya adalah yang paling unik. Bahkan sementara pakar menyatakan bahwasanya manusia adalah miniatur dari alam raya. Dia mengetahui aneka pengetahuan, melebihi binatang yang cerdas karena manusia dapat mengaitkan sebab akibat, serta menyusun kesimpulan-kesimpulan yang mengantarnya mengetahui nomena dari pengamatannya terhadap fenomena. Dengan jiwa yang dimilikinya manusia mampu manandingi malaikat, dengan syarat dia mengasah dan mengasuhnya. Oleh karena itulah Allah memilih manusia sebagai khalifah di bumi-dalam mengemban misi pengaturan terhadap hidup dan kehidupan semesta raya. Dan oleh karena itu dalam pandangan Allah, orang yang tinggi derajatnya adalah orang yang beriman dan berilmu.
 يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 58:11)

Tuesday, September 4, 2012


Isi Khutbah
Konon malaikat Jibril as. datang kepada Nabi Adam as. menyampaikan bahwa dia diperintahkan Tuhan agar Adam as. memilih salah satu dari tiga pilihan yang disodorkan; otoritas akal, agama dan  rasa malu. Maka Adam as. memilih akal. Jibril as. pun menyatakan kepada rasa malu dan agama agar kembali. Tetapi keduanya berkata: “Kami diperintahkan Allah untuk selalu bersama akal, dimanapun dia berada, karena itu kami tidak akan pergi”.

Syukur

Posted by KHUTBAH | 5:22 PM Categories: , , , ,

 Isi Khutbah
Puji Syukur kepada Allah atas segala rahmat dan karuniaNya, segala puji bagi Allah yang telah memperkenankan kita hadir dalam majelis yang mulia ini. Segala puji bagi Allah yang senantiasa memelihara waktu lapang kita sebelum datang waktu sempit kita, Yang memelihara kondisi sehat kita sebelum datang  sakit kita, Yang memelihara masa muda kita sebelum datang masa tua kita, Yang memelihara saat kita kaya sebelum kemiskinan menghampiri hidup kita dan Yang memelihara panjang umur kita sebelum ajal menjemput kita. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi pilihan, semoga senantiasa selaras tujuan dan cara kita mengabdi kepada Tuhan.

Berhala-Berhala Abad Modern

Posted by KHUTBAH | 5:17 PM Categories: , , ,

Isi Khutbah
Yang menjadi misi kerasulan Muhammad Saw. bukan hanya kerisauannya terhadap ratusan berhala yang tergantung memenuhi pada dinding-dinding ka’bah, akan tetapi telah terjadinya perubahan gaya hidup yang mencolok masyarakat Mekkah pada saat itu. Kemakmuran yang mereka capai dengan menjadikan Mekkah sebagai pusat perdagangan yang ramai selama tahun-tahun terakhir abad ke-6 telah menjadikan mereka kehilangan orientasi dan makna hidup sejati; semangat komunal (kesukuan) dan egalitarianism (persamaaan) yang selama itu menjadi kultur mereka, berganti menjadi pola-pola hidup yang individualistis dan kecenderungan system ekonomi yang kapitalis, mereka lebih mementingkan kepentingan sendiri di atas kepentingan sukunya, menumpuk harta pribadi, tidak peduli lagi dengan nasib kaum yang miskin dan lemah.

Thursday, March 15, 2012


Saat ini kita kembali berada pada napak tilas yang sangat mengesankan, mengenang dan menghayati kisah perjalanan seorang nabiullah Ibrahim as beserta keluarganya yang sarat dengan nilai-nilai filosofi  kehidupan. Dari kisah pencarian Ibrahim akan keeasaan  Allah-sebuah otoritas tunggal yang tidak ada satupun dapat mempersekutukanNya dalam bentuk rupa, hasrat dan kehendak-sampai pada momen pengorbanan yang sangat dramatis. Perjuangan dan pengorbanan ibrahim sepanjang yang kita kenang menunjukan kapasitasnya sebagai orang yang mempunyai integritas ketauhidan yang amat tinggi. Oleh karena itulah boleh jadi ia dikenal dengan sebutan bapak tauhid se dunia. Ketika perintah Allah datang kepadanya, tanpa ragu, tanpa mempertimbangkan akal dan moralnya, ia laksanakan dengan penuh ketaatan dan kepatuhan. Demikianlah Allah berbicara tentang ketaatan Ibrahim dalam Al-Qur’an :
إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang umat yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Rabb), (QS. 16:120)
  • RSS
  • Delicious
  • ini apa
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube