Tuesday, November 22, 2011

Spirit Al-Qur’an

Posted by KHUTBAH | 11:21 PM Categories: , ,


Isi Khutbah
Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah
Memasuki hari ke-19 kita berpuasa, baik kita mengenang akan peristiwa paling bersejarah  dalam sejarah umat manusia, yaitu peristiwa nuzulul qur’an (turunnya al-qur’an). Bulan ini adalah  bulan yang mulia karena didalamnya diturunkannya al-qur’an sebagai mukjizat terbesar Nabi Muhammad saw, penutup risalah nabi-nabi sebelumnya. Kandungannya mencakup dan menyentuh berbagai aspek tata nilai kehidupan umat manusia, berlaku sepanjang masa dan untuk dapat menjadi pedoman bagi semua bangsa.
Sebagai sabda yang langsung diturunkan dari langit, dengan membawa pesona yang begitu mengagumkan, fenomena al-qur’an telah mengundang reaksi umat manusia sepanjang zaman. Ada  yang menjunjung tinggi setinggi langit dan ada menistakannya begitu keji. Dan awal kemunculannya saja, al-qur’an sudah dianggap sihir bagi para penentang Muhammad saw.
Namun demikian banyak juga dari para orientalis yang dapat mengkaji al-qur’an secara obyektif dan mengundang keterpesonaan mereka akan pengaruh al-qur’an bagi para penganutnya. Berikut beberapa kutipan ungkapan mereka tentang al-qur’an:
Terkait dengan nada dan lagam bahasa ini, Quraish Shihab mengutip pendapat Marmaduke -cendikiawan Inggris- ia mengatakan bahwa Al-Qur`an mempunyai simponi yang tidak ada taranya dimana setiap nada-nadanya bisa menggerakkan manusia untuk menangis dan bersuka cita. Dan selanjutnya Quriaish Shihab mengutip komentar salah seorang orientalis yang bernama Gibb tentang A-lqur’an:“tidak ada seorangpun dalam seribu lima ratus tahun ini yang telah memainkan alat bernada nyaring demikian mampu serta berani dan yang demikian luas getaran jiwa yang diakibatkannya seperti yang dibaca Muhammad saw., yakni Al-qur’an”.
Kalaulah ada simponi lagu terindah yang pernah menggugah rasa, maka Al-qur’an hadir  menghanyutkan perasaan kita sepanjang masa. Kalaulah ada ungkapan puitis terindah yang pernah  membius jiwa, maka Al-qur’an adalah maha karya terbaik yang menjadi inspirasi setiap pujangga. Ia adalah kitab yang akan terus dibaca sepanjang masa, menjadi pelipur lara bagi jiwa yang berduka, menjadi penyejuk dalam seringai senyum bahagia.
Al-qur’an, tidak akan bosan kita membaca dan mendengarkannya, tidak akan usang spirit dan makna yang dikandungnya. Bagai mata air yang tak akan pernah kering menjadi sumber hidup budaya dan peradaban setiap generasi.

Jamaah Jum’at yang mulia
Al-qur’an turun ditengah kehancuran akhlak, prolem sosial politik, ekonomi masarakat arab jahiliyah pada saat itu, maka kehadiran al-qura’an disebut-sebut juga sebagai revolusi besar umat dalam sejarah. Sebagai risalah terakhhir-penyempurna dari risalah nabi-nabi sebelumnya, ajarannya mencakup berbagai aspek kehidupan ; menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi umat manusia. Berisi kisah-kisah sejarah, falsafah hidup, berbagai hikmah, kemuliaan, keteladanan dan pesan-pesan moral luhur dan maha agung. Dan kehadiran al-qur’an menjadi pijakan dari bangunan peradaban yang amat mengesankan dari awal kemunculannya sampai kita rasakan saat ini.
Masalahnya sekarang, masihkah kita bersama al-qur’an? Al-qur’an telah melahirkan generasi qur’ani pada awal-awal perkembangan islam, manakala negeri-negri islam pada saat itu menjadi rujukan bagi negeri diseluruh dunia dari berbagai segi ; dari kemajuan budaya, ilmu pengetahuan dan tekhnologinya serta kemapanan ekonominya. Disamping itu juga islam banyak melahirkan tokoh ilmuwan ternama dunia dari berbagai bidangnya. Hal itu disebabkan karena mereka menjadikan alqur’an sebagai spirit hidup mereka.
Dan saat ini, kita merasakan hidup dalam karut marut negeri islam beserta hancurnya bangunan peradaban, budaya serta moral pemeluknya. Maka harus jujur kita akui, bahwa kita sudah semakin jauh dari tuntunan Al-qur’an. Dan hal ini telah diisyaratkan dalam alqur’an :
Al-qur’an menjelaskan bahwa di hari kemudian hari nanti rasulullah saw. Akan mengadu kepada Allah swt. Beliau berkata,
وَقَالَ الرَّسُولُ يَارَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْءَانَ مَهْجُورًا
“wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku/umatku telah menjadikan al-qur’an ini sebagai sesuatu yang mahjura (QS.al-furqon (25):30).

Menurut Ibn al-Qayyim, banyak hal yang dicakup oleh kata mahjura, antara lain :
·         Tidak tekun mendengarkannya
·         Tidak mengindahkan halal dan haramnya walau dipercaya dan dibaca
·         Tidak menjadikannya rujukan dalam menetapkan hukum menyangkut ushuludin (prinsip-prinsip ajaran agama) dan rinciannya.
·         Tidak berupaya memikirkan dan memahami apa yang dikehendaki oleh Allah yang menurunkannya

Jamaah jum’at yang bahagia
Maka tugas kita adalah mengembalikan kembali elan vital fungsi dari al-qur’an bagi umat, dan mengembalikan cahaya qur’an untuk menerangi kembali tata hidup dan kehidupan kita sebagai mana generasi awal islam. Dengan cara bagaimana? Tentunya dengan bersungguh-sungguh mempelajari al-qur’an serta mengamalkannya, Allah telah memudahkan al-Qur’an itu untuk dipelajari sebagaimana firmanNya :
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
Dan Sesungguhnya telah kami Mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (Q.S. Al-Qomar :17, 22, 32, 40)
Bagi para orang tua, banyaklah menyimak para ahli-ahli tafsir atau membaca buku-buku yang banyak berbicara tentang kandungan al-qur’an. Bagi anak-anak atau remaja, saat ini banyak lembaga-lembaga TPA atau madrasah yang mempelajari dasar-dasar al-qur’an, maka selayaknya itu diikuti dengan baik. Dan semua itu harus didasari dengan niat yang tulus untuk mencintai al-qur’an dan menciptakan generasi qur’ani.
Dan yang terpenting kita ketahui adalah dengan mencintai al-qur’an (membaca dan mempelajarinya), maka tentunya akan menjadi syafaat bagi kita dan keluarga kita pada yaumul qiyamah kelak. Amin.

Sabda rasulullah s.a.w.:
"Dari  Ali Bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah ia berkata, "Barangsiapamembaca Al Quran dan menghafalnya, maka Allah akan memasukkannya kedalam syurga dan memberikannya hak syafaat untuk sepuluh anggota keluarganya di mana mereka semuanya telah di tetapkan untuk masuk neraka."

Khutbah I

 اَلْحَمْدُ للهِ الّذِىْ اَكْرَمَ مَنِ اتَّقَى بِمَحَبَّتِهِ, وَاَوْعَدَ مَنْ خَالَفَهُ بِغَضَبِهِ وَعَذَابِهِ, اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَنَّ سَيْدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَرْسَلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلى الدِّيْنِ كُلِّهِ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيْدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ وَخَيْرِ خَلْقِهِ, وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِى سَبِيْلِهِ. اما بعد : فَيَااَيُّهَاالنَّاسُ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى اَمَرَنَا بِالاتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنَ. اَشْهَدُ اَنْ لاَّ ِالهَ ِالاَّ للهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ اِيَّاهُ نَعْبُدُ وَاِيَّاهُ نَسْتَعِيْنَ, وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمّدً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِّلْعَالَمِيْنَ. اَلّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ علَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ : فَيَا عِبَادَالله اِتَّقُ اللهَ تَعَالَى رَبَّ الْعَالمَِيْنَ. وَسَارِعُوْ اِلى مَغْفِرَةِ اللهِ الْكَرِيْمِ. وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَلَى بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ فَقَالَى فِى كِتَابِهِ الْعَزِيْز. اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتِهِ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِى يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.اَلّلهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلاْحْيَاءِ مِنْهُمُ اْلاَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُّجِيْبُ الدَّعْوَاتِ رَبَّنَا اتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَهً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَالله, اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَلاِْحْسَانَ وَاِيْتَائِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَخْشَاءِ وَالْمُنْكَرْ وَالْبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهَ اَكْبَرَ وَاللهُ يَعْلَمُ مَا يَصْنَعُوْنَ اَقِيْمُوا الصَّلوةَ.

2 comments:

  1. MAAF MAS saya baru belajar untuk khutbah dan saya masih belum tau blog ini menggikuti safiinyah atau bukan?..

    ReplyDelete
  2. Insyaalloh khutbah ini mengikuti syafiiyah

    ReplyDelete

  • RSS
  • Delicious
  • ini apa
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube