Tuesday, November 22, 2011

Keajaiban Amalan Fardhu dan Sunnah

Posted by KHUTBAH | 11:29 PM Categories: , , ,

Isi Khutbah

عن أبي هريرة ر ضي الله عنه, قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم:
اِنّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ اَذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ , وَمَا تَقَرَّبَ اِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ اِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضَتْ عَلَيْهِ. وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ اِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ, فَاِذَا أَحْبَبْتُهُ, كُنْتُ سَمْعَهُ الّذِي يَسْمَعُ بِهِ, وَبَصَرَهُ الّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ, وَيَدهُ الّتِي يُبْطِشُ بِهَا, وَرِجْلُهُ الّتِي يَمْشِي بِهَا, وَاِنْ سَأَلَنِيْ لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِيْ لَأُعِيْذَنَّهُ. وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِيْ عَنْ نَفْسِ عَبْدِيْ الْمُؤْمِنِ, يَكْرَهُ الْمَوْتَ, وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ. رواه البخاري  
Dari Abu Hurairoh r.a. Rasulullah saw. bersabda :
“Sesungguhnya Allah yang Maha Mulia lagi Maha Agung berfirman : “Barang siapa yang memusuhi waliKu (orang yang dekat kepadaKu), maka sesunguhnya Aku telah nyatakan perang baginya.
Tidaklah seorang hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu, lebih aku senangi dari pada melaksanakan apa yang Aku fardhukan atasnya. Dan tidak pula hambaKu senantiasa mendekatakan diri dengan amalan-amalan sunah, sehingga Aku mencintainya. Dan bila Aku mencintainya, menjadilah Aku telinganya yang ia gunakan untuk mendengar, matanya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang dengannya ia menghajar, dan kakinya yang dengannya ia berjalan. Apabila ia bermohon kepadaKu, maka pasti Aku kabulkan permohonannya, apabila ia meminta perlindunganKu, maka pasti ia Aku lindungi. Tidak pernah Aku mundur maju menyangkut sesuatu yang Aku kerjakan sebagaimana mundur majuKu terhadap jiwa hambaKu yan mu’min. Dia tidak senang mati, padahal Aku tidak senag menyakiti hatinya.” (HR. Bukhori)

Sya'ban Menyongsong Ramadhan

Posted by KHUTBAH | 11:23 PM Categories: , ,

Isi Khutbah
Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat ilahi rabi atas segala yang kita rasakan dan miliki saat ini, saat ini adalah bulan Ramadhan 1433 H. Sejatinya kita memang senantiasa dalam penghayatan rasa sukur yang dalam di setiap tarikan nafas dan lintasan perasaan dan pikiran kita. karena apabila kita merasakan kesulitan pada hari ini, maka banyak diantara manusia yang hidupnya lebih sulit dari kita saat ini dengan berbagai persoalan yang membelit dan melilitnya. Apabila saat ini kita dalam kondisi miskin, maka teramat banyak orang selain kita yang jauh lebih mengenaskan hidupnya. Apabila saat ini kita dapat menghirup udara bebas dan hadir di masjid ini dengan rasa aman dan nyaman, maka banyak diantara manusia yang sedang terpenjara batin bahkan raganya. Apabila saat ini kita masih bisa duduk, tegak berdiri dan berjalan, maka teramat banyak kita saksikan saudara-saudara kita yang terbaring lemah karena penyakit yang sama sekali tidak ia inginkan kedatangannya.  
Shalawat dan salam tak lupa kita haturkan kepada junjungan-teladan kita Rasulullah Saw, yang semestinya pada bulan ini kita lebih mengintensifkan kesadaran kita untuk berkhidmat dan memupuk kecintaan kepada beliau karena  bulan ini, Sya’ban adalah bulan Rasulullah sebagaimana dalam sabdanya. “bulan ini adalah bulan ku”.

Spirit Al-Qur’an

Posted by KHUTBAH | 11:21 PM Categories: , ,


Isi Khutbah
Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).

Isi Khutbah
Saat ini kita kembali memasuki bulan-bulan yang dimuliakan dalam Islam. Bulan-bulan yang dimuliakan dalam islam syarat dengan muatan spiritual. Disamping ada ibadah-ibadah khusus yang dianjurkan, bulan-bulan ini pada umumnya dilatarbelakangi oleh peristiwa besar. Khususnya pada bulan Rajab ini, bulan di mana telah terukir dalam sejarah suatu peristiwa besar yang amat bersejarah bagi perjalanan spiritual seorang hamba, yaitu apa yang kita kenal dengan peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw. Peristiwa ini terlukis dalam al-Qur’an surat  Bani Israil ayat 1.
Isi Khutbah
Segala puji bagi Allah atas segala rahmat dan kebesaranMu yang melingkupi segala sesuatu, segenap pujian untukMu ya Allah yang mengiringi setiap doa dalam balutan rindu dan cinta kami, segala puji bagi Allah bersama matahari kebenaranMu, Engkau tumbuhkan asa dalam fajar baru kehidupan kami di hari yang fitri ini.
Sholawat dan salam untukmu wahai sang manifestasi ’matahari’- Muhammad Sang Nabi - yang menerangi isi bumi dengan risalah dan kebajikanmu.

Friday, April 22, 2011

Merenungkan Berbagai Musibah

Posted by KHUTBAH | 6:41 PM Categories:

اَلْحَمْدُ للهِ الّذِىْ اَكْرَمَ مَنِ اتَّقَى بِمَحَبَّتِهِ, وَاَوْعَدَ مَنْ خَالَفَهُ بِغَضَبِهِ وَعَذَابِهِ, اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَنَّ سَيْدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَرْسَلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلى الدِّيْنِ كُلِّهِ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيْدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ وَخَيْرِ خَلْقِهِ, وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِى سَبِيْلِهِ. اما بعد : فَيَااَيُّهَاالنَّاسُ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Dunia sudah semakin renta, berbagai gejala alam; fenomena bencana yang silih berganti, cuaca semakin ekstrim, perubahan iklim yang semakin tak menentu dapat kita rasakan saat ini. Hal ini mengindikasikan adanya ketidakseimbangan alam yang sudah akut. Ketidakseimbangan alam tak lain disebabkan  oleh perilaku umat manusia itu sendiri ; ekploitasi alam yang tidak diimbangi oleh antisipasi dan upaya perbaikan, penebangan hutan dan pembalakan hutan yang membabi buta tidak disertai dengan peremajaan hutan kembali, seiring populasi manusia yang semakin padat, tumbuh suburnya berbagai industri yang memproduksi berbagai za-zat karbon yang berbahaya, mengancam lapisan ozon dan menjadikan efek rumah kaca. Betapa nafsu dan keserakahan manusia menundukan alam demi memenuhi segala tuntutan jasmani dan memperkaya diri dengan mengenyampingkan pembagunan moral, mental-spritual manusia yang justru telah diamanatkan Tuhan untuk melanjutkan misi pemeliharaan dan pengaturan alam semesta.


Thursday, April 7, 2011

Momentum Hijrah ; Merubah Diri, Merubah Situasi

Posted by KHUTBAH | 8:44 AM Categories:

اَلْحَمْدُ للهِ الّذِىْ اَكْرَمَ مَنِ اتَّقَى بِمَحَبَّتِهِ, وَاَوْعَدَ مَنْ خَالَفَهُ بِغَضَبِهِ وَعَذَابِهِ, اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَنَّ سَيْدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَرْسَلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلى الدِّيْنِ كُلِّهِ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيْدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ وَخَيْرِ خَلْقِهِ, وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِى سَبِيْلِهِ. اما بعد : فَيَااَيُّهَاالنَّاسُ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Jamaah sholat Jum’at yang berbahagia

Willingness to Change
(Sebuah catatan yang terukir di  pemakaman Westminster Abbey, Inggris , Tahun 1100 M)

Ketika Aku Masih Muda  dan Bebas Berkhayal , Aku Bermimpi Ingin Mengubah Dunia
Seiring dengan Bertambahnya Usia dan Kearifanku , Kudapati Bahwa Dunia Tak Kunjung Berubah
Maka Cita-cita Itupun Kupersempit . Lalu Kuputuskan untuk… Hanya Mengubah Negeriku  
Namun Tampaknya . Hasrat itupun Tiada Hasil . Ketika Usia Semakin Senja, Dengan Semangatku yang Masih Tersisa
Kuputuskan untuk Mengubah Keluargaku, Orang-orang yang paling dekat denganku
Tetapi Celakanya. Merekapun tidak Mau Berubah
 Dan Kini…Sementara Aku Terbaring Saat Ajal Menjelang… Tiba-tiba kusadari:
Andaikan yang Pertama kuubah adalah diriku,
Maka dengan Menjadikan Diriku Teladan, Mungkin Aku Bisa Mengubah Keluargaku  
Lalu Berkat Inspirasi dan dorongan mereka, Bisa Jadi akupun Mampu Memperbaiki Negeriku
Kemudian Siapa tahu, Perubahan Negeriku akan membuat dunia ini berubah

Thursday, March 31, 2011

Menyikapi Bencana 1

Posted by KHUTBAH | 9:40 PM Categories:
 Isi Khutbah
Dunia kembali tersentak oleh bencana besar berskala dunia, gempa bumi dan tsunami berkekuatan dahsyat, yang satu minggu lalu menimpa pesisir pantai Jepang, berkekuatan 9,0 skala Rihcter. Bencana ini tidak hanya meninggalkan prahara dengan ribuan korban dan kerusakan berbagai fasilitas hidup, ancaman yang tak kalah dahsyatnya hadir di depan mata yaitu efek radiasi nuklir dari rusaknya reaktor nuklir PLTN di Fukushima akibat gempa. Memori kita terbawa pada momok menakutkan bocornya reaktor nuklir cernobyl-ukraina 25 tahun silam. Bencana itu telah mewaskan ribuan korban jiwa, 400 juta manusia terpapar radiasi nuklir, 100 ribu orang cacat akibat radiasi nuklir tersebut. Nuklir menjadi ancaman yang paling menakutkan pada masa perkembangan tekhnologi modern saat ini.

Makna Sabar

Posted by KHUTBAH | 9:35 PM Categories:
Isi Khutbah
Sudah menjadi kodrat manusia hadir di pentas dunia ini dilingkupi oleh berbagai masalah atau persoalan yang harus ia hadapi; dari setiap inci langkahnya, setiap lintasan pikirannya, dari baru bangun tidur sampai tidur kembali, setiap orang pasti akan bergelut dengan masalah, besar ataupun kecil, sukar ataupun mudah, dari yang sangat membahagiakan ataupun yang sangat menyakitkan, dari yang sangat melegakan ataupun yang sangat menyulitkannya. Sering kali juga manusia dihinggapi oleh rasa takut, khawatir dan gundah akan masa depannya, nasib keluarganya, pekerjaannya, hutangnya dan sebagainya. Normalnya, kehidupan manusia memang seperti itu, dan dengan kemampuan akalnya, manusia mencoba berusaha keluar dari persoalan-persoalan itu. Namun terkadang manusia terjebak dalam kegalauan, stres berkepanjangan atau bahkan sampai berujung pada kegilaan. Tentunya bukan itu yang dikehendaki Allah SWT. Allah menghadapkan manusia dengan berbagai masalah hanya sebagai ujian keimanan seseorang. Dan konteks keimanan seseorang dalam hal ini adalah sabar sebagai tolak ukurnya.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ اْلأَمْوَالِ وَاْلأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (QS. 2:155)

Maka Islam menawarkan sabar sebagai bentuk solusi berupa sikap mental ketika berhadapan dengan berbagai masalah. Kedudukan sabar dalam islam adalah kunci, ciri mendasar orang bertaqwa, dan sebagian ulama mengatakan bahwa sabar adalah setengah dari keimanan, sepeti jasad dengan kepalanya, tidak ada jasad yang tanpa kepala dan tidak ada keimanan yang tidak disertai dengan kesabaran. Dan alquran sendiri menegaskan bahwa sabar adalah perisai-penolong bagi orang beriman :

يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. 2:153)

Tidak ada yang buruk dalam kaca mata orang beriman, apapun kondisi yang dihapadinya ia yakin sepenuhnya bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untuk hamba-hambanya.

Dari Suhaib r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim).

Di mata orang beriman, Allah tidak akan menzalimi hamba-hambaNya

وَأَنَّ اللهَ لَيْسَ بِظَلاَّمٍ لِلْعَبِيدِ

Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya. (QS. 8:51)

Keburukan yang kita alami justru bermula dari sikap mental kita yang salah terhadap kenyataan. Sebagaimana dalam hadits qudsi : Anaa ‘inda dzonni ‘abdi…. Aku sebagaimana persangkaan hambaku saja. Jika kita berprasangka buruk terhadap Allah, maka keburukanlah yang akan kita terima, tapi jika berperasangka baik kepada Allah, maka kebaikanlah yang akan kita dapat. Makanya Rasulullah mengajarkan ucapan-ucapan ketika kita berhadapan dengan kenyataan agar hati kita tetap koneks kepada Allah SWT. Misalnya kita ucapkan bismillahirrahmanirrahim apabila hendak memulai sesuatu, mengucapkan alhamdulillah apabila mendapat nikmat, mengucapkan masyaallah la quwwata illa billah apabila melihat kecelakaan, dan mengucapkan innalillahi wainna ilaihi rojiun apabila mendapatkan musibah. Semua itu kita ucapkan agar kita tidak menilai buruk terhadap Allah. Dan agar kita senantiasa memperoleh kebaikan dalam hidup, dan apapun yang menimpa kita Allah ridha terhadap kita.

Jamaah Jum’at yang berbahagia

Kembali kita mendalami makna sabar. Secara bahasa, sabar (ash-shabr) berarti menahan (al-habs). Dari sini sabar dimaknai sebagai upaya menahan diri dalam melakukan sesuatu atau meninggalkan sesuatu untuk mencapai ridho Allah. Sabar, menurut Dzunnun AlMishry, adalah menjauhkan diri dari hal-hal yang bertentangan dengan agama dan bersikap tenang manakala terkena musibah, serta berlapang dada dalam kefakiran di tengah-tengah medan kehidupan.

Lain lagi menurut syeikh Ibnu Qoyyim Al-jauziyah, bahwa sabar merupakan
budi pekerti yang bisa dibentuk oleh seseorang. Ia menahan nafsu, menahan sedih, menahan jiwa dari kemarahan, menahan lidah dari merintih kesakitan, dan juga menahan anggota badan dari melakukan yang tidak pantas. Sabar merupakan ketegaran hati terhadap takdir dan hukum-hukum syari’at. Secaraumum sabar terbagi ke dalam tiga tingkatan.

Pertama, sabar dalam menghadapi sesuatu yang menyakitkan; musibah,
bencana, atau kesusahan. Kedua, sabar dalam meninggalkan perbuatan maksiat. Ketiga, sabar dalam menjalankan ketaatan.

Adapun contoh kesabaran pertama adalah ada pada sosok Nabi Ayub, as. Yang sangat terkenal kesabarannya itu. Nabi Ayub bertahun menderita penyakit yang menyebabkan ia terkucil dari masarakatnya sampai istrinya saja meninggalkannya sendirian, anak-anaknya meninggal dunia. Tapi nabi Ayub bersabar dengan penderitaannya itu, alquran melukiskan kesabaran nabi Ayub :

إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ

Sesungguhnya kami dapati dia(Ayyub) seorang yang sabar.Dialah sebaik-baik hamba.Sesungguhnya dia amat ta'at(kepada Rabbnya). (QS. 38:44)

Demikian juga dengan nabi Ya’kub as, yang menjadi korban persekongkolan putra-putranya sendiri, mengakibatkan ia harus berpisah dengan putra kesayangannya Yusuf as. selama bertahun-tahun sampai buta matanya karena habis air matanya. Namun di tengah penderitaannya itu ia masih sanggup berkata : فَصَبْرٌ جَمِيلٌ

maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku)

Selanjutnya, contoh sabar yang kedua dapat kita teladani pada pribadi nabi Yusuf as . Sebagaimana nabi Yusuf as berhasil lolos dari jebakan wanita cantik yang sangat mengaguminya. Siti Zulaikha, seorang wanita cantik lagi terpandang berusaha menggoda Yusuf untuk melakukan perbuatan maksiat, sementara Yusuf berada dalam posisi yang amat memungkinkan untuk melakukan perbuatan maksiat itu dan Yusuf pada saat itu pun menyukai Zulaikha. Dapat kita baca dalam al-qura’an bagaimana Allah mengambarkan situasai pada saat peristiwa itu.

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ وَهَمَّ بِهَا لَوْلآ أَن رَّءَا بُرْهَانَ رَبِّهِ كَذَلِكَ لِنَصْرِفُ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَآءَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ

Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Rabbnya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba -hamba kami yang terpilih. (QS. 12:24)

Dan yusuf karena kesabarannya megendalikan hawa nafsu akhirnya dapat terhindar dari kenistaan. Sungguh merupakan ujian yang sangat berat yang diberikan Allah kepada Yusuf pada saat itu. Hal ini harus mejadi pelajaran bagi generasi muda khususnya yang manakala godaan asusila saat ini semakin dahsyatnya, pornografi, globalisasi budaya dan informasi semakin menyemarakan prostitusi, mesum sudah menjadi fenomena yang lumrah dan terang-terangan bahkan yang paling menghawatirkan dilakukan oleh banyak pelajar. Maka sebagai orang tua, guru atau pendidik hal ini menjadi tantangan yang terberat disamping ancaman narkoba yang juga semakin merajalela.

Dan contoh kesabaran yang ketiga tentunya kita bisa meneladani dari Nabiyullah Ibrahim as beserta putranya Ismail as. Ibrahim adalah sosok hamba yang sangat taat terhadap perintah Allah. Kepatuhan Ibrahim sampai pada titik puncaknya ketika putra yang paling disayanginya itu, yang bakal menjadi matahari harapannya harus dibantai dengan cara yang amat memilukan. Tapi ini perintah Allah. Dan Allah hendak membuktikan bahwa Ibrahim adalah seorang yang terpilih karena ketaatannya.

Teladan Ibrahim ini dapat kita wujudkan dalam menjalankan kepatuhan kepada Allah terhadap apa-apa yang diperintahkannya. Sholat dan zikir kadang hati kita malas melaksanakannya tapi harsu kita paksakan agar hati kita dalam kondisi khusyu, infaq dan shodaqoh berat kita tunaikan karena hati kita masih diliputi oleh sayang terhadap harta, justru ini menjadi ujian bagi kita dimana Allah hendak menguji kesabaran kita dalam ketaatan. Dan banyak lagi contohnya. Intinya, segala apapun harus kita capai dengan segenap perjuangan dan pengorbanan, perjuangan dan pengorbanan membutuhkan kesabaran, dan kesabaran adalah indikator keimanan.

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلاَتَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلاَتُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. 18:28)

Jamaah sholat Jum’at yang berbahagia

Demikianlah kesabaran akan menghantarkan seseorang kepada derajat dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِئَايَاتِنَا يُوقِنُونَ

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar.Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. (QS. 32:24)

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas. (QS. 39:10)

Dan sungguh kesabaran merupakan anugerah yang paling baik diberika kepada manusia. Rasulullah mengatakan, “…dan tidaklah seseorang itu diberi sesuatu yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran.” (MuttafaqunAlaih).

اَلْحَمْدُ للهِ الّذِىْ اَكْرَمَ مَنِ اتَّقَى بِمَحَبَّتِهِ, وَاَوْعَدَ مَنْ خَالَفَهُ بِغَضَبِهِ وَعَذَابِهِ, اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَنَّ سَيْدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَرْسَلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلى الدِّيْنِ كُلِّهِ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيْدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ وَخَيْرِ خَلْقِهِ, وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِى سَبِيْلِهِ. اما بعد : فَيَااَيُّهَاالنَّاسُ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى اَمَرَنَا بِالاتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنَ. اَشْهَدُ اَنْ لاَّ ِالهَ ِالاَّ للهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ اِيَّاهُ نَعْبُدُ وَاِيَّاهُ نَسْتَعِيْنَ, وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمّدً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِّلْعَالَمِيْنَ. اَلّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ علَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ : فَيَا عِبَادَالله اِتَّقُ اللهَ تَعَالَى رَبَّ الْعَالمَِيْنَ. وَسَارِعُوْ اِلى مَغْفِرَةِ اللهِ الْكَرِيْمِ. وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَلَى بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ فَقَالَى فِى كِتَابِهِ الْعَزِيْز. اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتِهِ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِى يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.اَلّلهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلاْحْيَاءِ مِنْهُمُ اْلاَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُّجِيْبُ الدَّعْوَاتِ رَبَّنَا اتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَهً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَالله, اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَلاِْحْسَانَ وَاِيْتَائِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَخْشَاءِ وَالْمُنْكَرْ وَالْبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهَ اَكْبَرَ وَاللهُ يَعْلَمُ مَا يَصْنَعُوْنَ اَقِيْمُوا الصَّلوةَ.

Teladan Rasulullah Saw.

Posted by KHUTBAH | 9:21 PM Categories:
اَلْحَمْدُ للهِ الّذِىْ اَكْرَمَ مَنِ اتَّقَى بِمَحَبَّتِهِ, وَاَوْعَدَ مَنْ خَالَفَهُ بِغَضَبِهِ وَعَذَابِهِ, اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَنَّ سَيْدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَرْسَلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلى الدِّيْنِ كُلِّهِ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيْدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ وَخَيْرِ خَلْقِهِ, وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِى سَبِيْلِهِ. اما بعد : فَيَااَيُّهَاالنَّاسُ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Saat ini kita tengah berada pada bulan yang istimewa bagi  umat islam, yaitu  bulan Rabiul awwal yang dikenal juga dengan sebutan bulan maulid, Karena pada bulan ini tepatnya pada tanggal 12 Rabiul awwal telah terlahir manusia pilihan Tuhan, nabi dan rasul Allah, Muhammad Saw. Rasul teragung itu tidak hanya persembahan bagi alam semesta dengan segenap isinya, melainkan juga segenap alam malakut tunduk dan berkhidmat kepadanya.

Wednesday, February 9, 2011

Maut Pasti Menjemput

Posted by KHUTBAH | 10:23 PM Categories: ,
Isi Khutbah
Belum lagi teka-teki hidup ini selesai dipecahkan, misteri kematian semakin dekat kerap mengintai. Hidup dan mati adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. keberanian kita menerima kehidupan sejatinya sejalan dengan keniscayaan kita memaklumkan kematian. Namun mengapa isu kematian begitu merisaukan dan kedatangannya begitu menyesakan, seolah kita ingin kekal selamanya di belantara dunia yang sejujurnyapun manusia tidak mengerti rimbanya. Keinginan kekal hidup di dunia adalah naluriah manusia yang telah diwariskan leluhurnya sejak awal penciptaan. Bermula dari iblis yang mengelabui Adam :
فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَآءَادَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لاَّيَبْلَى
Kemudian syaitan membisikan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata :"Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa" (QS. 20:120)
  • RSS
  • Delicious
  • ini apa
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube