Wednesday, May 11, 2016

Totalitas Hidup Zuhud

Posted by KHUTBAH | 11:50 PM Categories: , , ,
Totalitas hidup zuhud. Inilah totalitas hidup dalam kesederhanaan dan kebersahajaan. Inilah nilai yang paling berharga dalam beragama yang sedikit sekali orang yang menjadi bagiannya. Namun merekalah yang menopang dan meneguhkan kehidupan di bumi, hingga kehidupan tetap lestari. Merekalah kontributor terbesar terhadap kelangsungan hidup makhluk di dunia. Tidak akan pernah Allah mengazab suatu kaum selama mereka ada di sana. Merekalah yang menjadikan kiamat masih akan tertunda. Mereka yang menanggalkan segala kesenangan dan perhiasan dunia, hidup dalam kezuhudan yang total, berbalut dengan nilai-nilai tauhid yang sempurna. Merekalah yang meneladani sempurna sunah kenabian. Mereka tidak butuh penghargaan dan kehormatan dunia. Lapar adalah tradisinya, kemiskinan menjadi pakaian kebanggaannya. Mereka terasing dan terlempar dari hingar bingar dan gemerlap kehidupan. Tapi justru di mata Tuhan merekalah calon penghuni surga kelas utama.

Mari kita telusuri Hadits panjang yang diriwayatkan oleh Usamah Ibnu Zaid dan Abu Hurairoh. Mereka yang menjalankan kehidupan zuhud yang total tergambar di sini. Nabi Saw bersabda,” Sesungguhnya manusia yang paling dekat dengan Allah swt pada hari kiamat adalah orang yang merasa lapar, haus, dan sedih di dunia ini; orang yang penuh kasih sayang dan bertaqwa kepada Allah, yang ketika hadir mereka tidak dikenal, dan ketika pergi tidak dicari orang. Akan tetapi, bumi mengenal mereka dan para malaikat surga menolong mereka. Orang lain merasa bahagia dengan dunia, sedangkan mereka merasa bahagia dengan ketaatan kepada Allah Swt. Orang lain tidur dengan kasur empuk, mereka tidur dengan menopang kening dan lututnya. Orang lain menyia-nyiakan amal dan akhlaq para Nabi, sedangkan mereka melestarikannya. Bumi menangisi kepergian mereka, dan Allah memurkai setiap negeri yang tidak seorangpun dari mereka menetap di sana. Mereka tidak tergiur kepada dunia laksana anjing tergiur melihat bangkai. Mereka hanya makan seperlunya, sekedar dapat menyambung nyawa, mengenakan pakaian bertambal, kusut dan kepala berdebu. Orang-orang yang melihatnya mengira bahwa mereka sakit. Namun, sesungguhnya tidak ada penyakit pada diri mereka. Dikatakan bahwa mereka gila, mereka tidak gila. Namun orang-orang melihat hati mereka tertambat kepada ketentuan Allah, yang telah membuat mereka mengeyahkan dunia. Dikalangan penduduk dunia, mereka dianggap berjalan tanpa akal. Tetapi justru merekalah yang berakal ketika akal manusia lainnya hilang. Bagi mereka, kemuliaan adalah di akhirat. Hai Usamah, jika engkau melihat mereka disebuah negeri, ketahuilah olehmu bahwa mereka adalah pelindung penduduk negeri itu, sebab Allah tidak akan menurunkan azab atas suatu kaum selama mereka ada di tengah-tengah kaum itu. Bumi mencintai mereka dan Yang Maha Perkasa meridhai mereka. Oleh karena itu, jadikanlah mereka saudaramu, agar melalui mereka engkau beroleh keselamatan. Dan jika engkau ingin agar kematian menjemputmu saat perutmu kosong dan hatimu haus, lakukanlah karena dengan demikian sesungguhnya engkau telah mencapai derajat yang mulia, bersama para nabi. Para malaikat pun bergembira menyambut kedatangan ruhmu, sedangkan Dia Yang Mahaperkasa akan bersholawat kepadamu.”

0 komentar:

Post a Comment

  • RSS
  • Delicious
  • ini apa
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube